<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ekonomi Kreatif Archives - brightniche.id</title>
	<atom:link href="https://brightniche.id/tag/ekonomi-kreatif/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://brightniche.id/tag/ekonomi-kreatif/</link>
	<description>Rekomendasi Tool Digital Terbaik untuk Efisiensi Kerja</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Sep 2026 15:08:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>
	<item>
		<title>Unsoed Dorong AI Perkuat Ekonomi Kreatif Desa Pandak</title>
		<link>https://brightniche.id/unsoed-dorong-ai-perkuat-ekonomi-kreatif-desa-pandak/</link>
					<comments>https://brightniche.id/unsoed-dorong-ai-perkuat-ekonomi-kreatif-desa-pandak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2026 15:08:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Alat Desain & AI Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[ai]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Pandak]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Unsoed]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://brightniche.id/?p=549</guid>

					<description><![CDATA[<p>Unsoed Dorong Pemanfaatan AI untuk Perkuat Ekonomi Kreatif Desa PandakUniversitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto mendorong masyarakat Desa Pandak, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mengembangkan ekonomi kreatif dan pariwisata. Baca Juga &#8220;Benarkah Masa Depan Industri Kreatif di Tangan AI? Ini Kata Wamen Ekraf Irene Umar&#8220; Unsoed menjalankan upaya tersebut [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://brightniche.id/unsoed-dorong-ai-perkuat-ekonomi-kreatif-desa-pandak/">Unsoed Dorong AI Perkuat Ekonomi Kreatif Desa Pandak</a> appeared first on <a href="https://brightniche.id">brightniche.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Unsoed Dorong Pemanfaatan AI untuk Perkuat Ekonomi Kreatif Desa Pandak<br>Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto mendorong masyarakat Desa Pandak, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mengembangkan ekonomi kreatif dan pariwisata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://magdalene.co/story/irene-umar-industri-kreatif/">Benarkah Masa Depan Industri Kreatif di Tangan AI? Ini Kata Wamen Ekraf Irene Umar</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Unsoed menjalankan upaya tersebut melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Pendukung Smart Village Batch III 2026. Program bertajuk “Inisiasi Smart Village di Desa Pandak” itu berfokus pada peningkatan kompetensi perangkat desa dan organisasi lokal dalam menggunakan teknologi AI.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kegiatan berlangsung di Balai Desa Pandak, Kecamatan Baturraden, Banyumas. Pelatihan menggabungkan penyampaian materi dengan praktik langsung agar peserta dapat memahami penggunaan teknologi secara aplikatif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Unsoed Bangun Kompetensi Digital Masyarakat Desa<br>Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Pusat Kajian Ekonomi Kreatif dan Pariwisata LPPM Unsoed, Siti Zulaika Wulandari, mengatakan program tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menggunakan teknologi digital.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Zulaika, penguasaan teknologi menjadi salah satu bagian penting dalam inisiasi Smart Village. Desa Pandak diharapkan mampu membangun kompetensi masyarakat agar lebih siap memanfaatkan teknologi untuk kebutuhan pemerintahan dan ekonomi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Desa Pandak diharapkan menjadi salah satu desa yang smart, artinya mempunyai kompetensi atau kemampuan dalam penggunaan teknologi digital,” ujar Zulaika.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Program tersebut menyasar kelompok masyarakat dengan kebutuhan digital yang beragam. Peserta terdiri atas perangkat desa, organisasi lokal, kelompok wanita tani, karang taruna, pelaku UMKM, serta warga yang tertarik memanfaatkan teknologi digital.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peserta Praktik Menggunakan ChatGPT dan Gemini<br>Dalam pelatihan, peserta diperkenalkan dengan sejumlah aplikasi AI, termasuk ChatGPT dan Gemini. Tim Unsoed tidak hanya memberikan penjelasan mengenai teknologi tersebut, tetapi juga mengajak peserta melakukan praktik langsung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peserta mempelajari pemanfaatan AI untuk mendukung pekerjaan administratif dan mencari ide pengembangan usaha. Teknologi tersebut juga diperkenalkan untuk membantu pembuatan desain serta materi komunikasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi perangkat desa, AI dapat membantu mempercepat sejumlah pekerjaan administratif. Pemanfaatannya diharapkan dapat membuat proses penyusunan berbagai kebutuhan komunikasi dan dokumen menjadi lebih efisien.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, organisasi lokal dapat menggunakan AI untuk mengembangkan gagasan kegiatan. Teknologi tersebut juga dapat membantu penyusunan proposal pendanaan atau pengajuan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).</p>



<p class="wp-block-paragraph">AI Bantu UMKM Kembangkan Desain dan Kemasan<br>Pelaku UMKM menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian dalam pelatihan. Unsoed memperkenalkan AI sebagai alat bantu untuk mengembangkan ide dan materi promosi produk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Zulaika mencontohkan penggunaan AI untuk membuat desain kemasan atau menentukan konsep packaging. Pemanfaatan tersebut dapat membantu pelaku usaha mengembangkan identitas produk secara lebih kreatif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pelaku UMKM juga dapat memanfaatkan AI untuk mengembangkan usahanya, misalnya membuat desain kemasan atau menentukan konsep packaging,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemanfaatan AI tidak menggantikan peran pelaku usaha dalam mengambil keputusan. Teknologi tersebut lebih tepat digunakan sebagai alat bantu untuk menghasilkan ide dan mempercepat proses kreatif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendekatan tersebut relevan bagi UMKM yang mulai mengembangkan pemasaran secara digital. Konten visual, informasi produk, dan komunikasi yang menarik dapat membantu memperkenalkan produk kepada calon konsumen yang lebih luas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Digitalisasi Dukung Potensi Pariwisata Desa Pandak<br>Selain ekonomi kreatif, program Unsoed juga mengarahkan pemanfaatan teknologi untuk mendukung potensi pariwisata Desa Pandak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masyarakat dapat menggunakan keterampilan digital untuk memperkenalkan potensi desa melalui berbagai materi komunikasi. Pemanfaatan AI dapat membantu proses pencarian ide, penyusunan materi, dan pengembangan konten promosi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Zulaika berharap pemanfaatan teknologi tersebut dapat membantu Desa Pandak mengoptimalkan potensi ekonomi kreatif dan pariwisata. Masyarakat juga diharapkan semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemampuan tersebut dapat menjadi modal penting dalam membangun ekosistem Smart Village. Pemerintah desa dan organisasi lokal dapat memanfaatkan teknologi sesuai kebutuhan masing-masing.</p>



<p class="wp-block-paragraph">LPPM Unsoed Buka Peluang Sertifikasi Digital<br>Program pengabdian tersebut berlangsung selama satu hari dengan materi dan praktik langsung. LPPM Unsoed juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengikuti sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sertifikasi tersebut mencakup skema digital marketing dan content creator. Kesempatan ini dapat menjadi pelengkap bagi masyarakat yang ingin memperkuat kompetensi digital secara lebih terstruktur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tim pengabdian terdiri atas Weni Novandari, Retno Kurniasi, Danang Nur Cahyo, Dicky Satria Ramadhan, dan Nanda Rahayu Haryadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keterlibatan tim dari pusat kajian ekonomi kreatif dan pariwisata menunjukkan bahwa program tidak hanya berfokus pada pengenalan teknologi. Pendekatan juga diarahkan pada pemanfaatan AI untuk kebutuhan ekonomi dan pengembangan potensi lokal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah Desa Sambut Pelatihan AI untuk UMKM<br>Sekretaris Desa Pandak Sunarno menyambut positif pelatihan yang diberikan Unsoed. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru mengenai penggunaan AI bagi berbagai kelompok di desa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kelompok yang dapat memanfaatkan keterampilan tersebut antara lain UMKM, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), BUMDes, pemerintah desa, perangkat desa, dan kader PKK.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sunarno menilai keterampilan digital dapat membantu masyarakat mengembangkan kreativitas. Kemampuan tersebut juga dapat digunakan untuk memperkenalkan produk UMKM dan potensi wisata Desa Pandak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Selama ini UMKM sudah biasa memproduksi, tetapi secara daring belum optimal,” ujar Sunarno.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, pelatihan dapat membantu masyarakat membuat desain dan konten untuk memperkenalkan produk serta potensi desa kepada audiens yang lebih luas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">AI Jadi Alat Pendukung Transformasi Digital Desa<br>Pelatihan Unsoed di Desa Pandak memperlihatkan bahwa pemanfaatan AI dapat diarahkan pada kebutuhan praktis masyarakat. Teknologi tersebut dapat membantu pekerjaan administrasi, pengembangan ide usaha, pembuatan konten, hingga promosi produk dan potensi wisata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, pemanfaatan AI perlu berjalan bersama peningkatan kemampuan digital masyarakat. Pemahaman terhadap verifikasi informasi, keamanan data, serta penggunaan AI secara bertanggung jawab juga menjadi bagian penting dalam proses digitalisasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Desa Pandak, peningkatan kapasitas tersebut dapat menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem Smart Village. Pemerintah desa, pelaku UMKM, organisasi lokal, dan masyarakat dapat mengembangkan pemanfaatan teknologi sesuai kebutuhan masing-masing.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ke depan, keberlanjutan program dan penerapan keterampilan setelah pelatihan akan menjadi faktor penting. Jika kemampuan tersebut terus dipraktikkan, AI berpotensi menjadi salah satu alat pendukung pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis potensi lokal Desa Pandak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://ekraf.go.id/news/kemenekraf-dorong-pemanfaatan-human-centric-ai-demi-jaga">Kemenekraf Dorong Pemanfaatan Human-Centric AI demi Jaga Kreativitas Manusia</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://brightniche.id/unsoed-dorong-ai-perkuat-ekonomi-kreatif-desa-pandak/">Unsoed Dorong AI Perkuat Ekonomi Kreatif Desa Pandak</a> appeared first on <a href="https://brightniche.id">brightniche.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://brightniche.id/unsoed-dorong-ai-perkuat-ekonomi-kreatif-desa-pandak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Infrastruktur Data Jadi Kunci Ekonomi Kreatif Berbasis AI</title>
		<link>https://brightniche.id/infrastruktur-data-jadi-kunci-ekonomi-kreatif-berbasis-ai/</link>
					<comments>https://brightniche.id/infrastruktur-data-jadi-kunci-ekonomi-kreatif-berbasis-ai/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Jul 2026 12:05:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Alat Desain & AI Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[ai]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Infrastruktur Data]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://brightniche.id/?p=453</guid>

					<description><![CDATA[<p>AI Tak Cukup dengan Regulasi, Infrastruktur Data Jadi Fondasi Ekonomi Kreatif Indonesia memasuki fase baru dalam pengembangan kecerdasan artifisial (AI). Pemerintah menyiapkan kerangka regulasi melalui dua Rancangan Peraturan Presiden (Perpres), tetapi kalangan industri dan pakar menilai keberhasilan AI tidak hanya bergantung pada aturan. Infrastruktur data yang kuat justru menjadi fondasi utama agar teknologi tersebut dapat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://brightniche.id/infrastruktur-data-jadi-kunci-ekonomi-kreatif-berbasis-ai/">Infrastruktur Data Jadi Kunci Ekonomi Kreatif Berbasis AI</a> appeared first on <a href="https://brightniche.id">brightniche.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">AI Tak Cukup dengan Regulasi, Infrastruktur Data Jadi Fondasi Ekonomi Kreatif</p>



<p class="wp-block-paragraph">Indonesia memasuki fase baru dalam pengembangan kecerdasan artifisial (AI). Pemerintah menyiapkan kerangka regulasi melalui dua Rancangan Peraturan Presiden (Perpres), tetapi kalangan industri dan pakar menilai keberhasilan AI tidak hanya bergantung pada aturan. Infrastruktur data yang kuat justru menjadi fondasi utama agar teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal di berbagai sektor, termasuk ekonomi kreatif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif menargetkan AI menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi digital. Namun, berbagai hasil riset menunjukkan tantangan terbesar masih berada pada kualitas, integrasi, dan kesiapan data yang menjadi sumber utama sistem AI.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah Siapkan Regulasi AI untuk Lindungi Kreator dan Dorong Inovasi</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan pemerintah tengah memfinalisasi dua Perpres, yaitu Peta Jalan AI Nasional dan Etika AI. Kedua regulasi tersebut disiapkan sebagai pedoman pengembangan AI yang bertanggung jawab sekaligus melindungi kepentingan para kreator.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Riefky, aturan tersebut akan mengatur berbagai aspek penting, mulai dari kepemilikan karya, hak kekayaan intelektual (HKI), perlindungan data pribadi, transparansi penggunaan AI, hingga konsep human authorship. Pemerintah ingin memastikan AI menjadi alat yang meningkatkan produktivitas manusia, bukan menggantikan kreativitas pelaku ekonomi kreatif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://money.kompas.com/read/2026/07/29/175221226/kemenekraf-siapkan-pedoman-pemanfaatan-ai-untuk-21-subsektor-ekonomi-kreatif">Kemenekraf Siapkan Pedoman Pemanfaatan AI untuk 21 Subsektor Ekonomi Kreatif</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah regulasi diterbitkan, Kementerian Ekonomi Kreatif akan menyusun berbagai kebijakan turunan yang diterapkan pada 21 subsektor ekonomi kreatif. Program yang dipersiapkan meliputi pedoman pemanfaatan AI, AI Readiness Assessment, AI Sandbox, hingga peningkatan literasi AI bagi pelaku industri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Riefky menegaskan perlindungan terhadap karya kreatif harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan teknologi AI. Menurutnya, keseimbangan antara inovasi dan perlindungan hak kreator menjadi syarat penting agar ekosistem digital berkembang secara sehat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Survei Global Ungkap Infrastruktur Data Masih Menjadi Hambatan AI</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah upaya pemerintah menyusun regulasi, riset terbaru menunjukkan persoalan terbesar implementasi AI justru berasal dari infrastruktur data.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Survei Confluent melalui Data Streaming Report 2026 yang melibatkan 4.625 pemimpin teknologi informasi di 14 negara, termasuk Indonesia, mengungkap sebanyak 72 persen responden global menilai minimnya infrastruktur data real-time menjadi hambatan utama pengembangan AI.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, 66 persen responden menyebut kualitas data masih menjadi persoalan, sedangkan 65 persen lainnya menghadapi data yang tersebar di berbagai sistem sehingga sulit dimanfaatkan secara optimal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hambatan tersebut berdampak langsung terhadap pengembangan AI otonom. Sebanyak 66 persen pemimpin TI mengaku kualitas data dan infrastruktur menjadi kendala utama, sehingga hanya sekitar 32 persen organisasi yang berhasil mengimplementasikan AI otonom dalam lingkungan produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Survei yang sama juga menunjukkan perubahan prioritas investasi perusahaan. Sebanyak 80 persen organisasi kini memprioritaskan pemanfaatan data perusahaan untuk mendukung AI. Bahkan, 88 persen responden menilai investasi pada platform data streaming lebih strategis dibandingkan investasi langsung pada teknologi AI maupun machine learning.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Chief Product Officer Confluent, Shaun Clowes, mengatakan sebagian besar perusahaan sebenarnya tidak mengalami kekurangan investasi AI. Tantangan terbesar justru berasal dari sistem data yang belum mampu menyediakan informasi secara real-time, akurat, dan kontekstual.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Indonesia Masih Menghadapi Tantangan Integrasi Data</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hasil survei menunjukkan tantangan implementasi AI di Indonesia lebih besar dibandingkan rata-rata global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebanyak 82 persen pemimpin TI di Indonesia mengaku menghadapi sedikitnya tiga hambatan utama dalam pengembangan AI. Sebanyak 79 persen menyebut infrastruktur data real-time sebagai kendala terbesar, sedangkan 74 persen menilai kualitas data masih menghambat pengembangan AI otonom.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski demikian, optimisme terhadap AI tetap tinggi. Sebanyak 99 persen responden Indonesia percaya teknologi data streaming akan meningkatkan manfaat investasi AI, sementara 98 persen yakin platform tersebut mampu mempercepat adopsi AI di lingkungan bisnis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Area Vice President Asia Confluent, Rully Moulany, mengatakan perusahaan di Indonesia memiliki ambisi besar dalam mengembangkan AI. Namun, infrastruktur data yang belum dirancang untuk sistem real-time masih menjadi penghambat utama transformasi digital.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pakar: Infrastruktur Data Harus Didahulukan Sebelum Adopsi AI</p>



<p class="wp-block-paragraph">Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber dan Komunikasi (CISSReC), Pratama Persadha, menilai langkah pemerintah menjadikan AI sebagai salah satu prioritas ekonomi kreatif patut diapresiasi. Namun, ia mengingatkan bahwa transformasi AI tidak dapat berhasil tanpa fondasi data yang berkualitas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Pratama, temuan riset Confluent menunjukkan persoalan utama AI bukan lagi pada kecanggihan model, melainkan kesiapan data sebagai bahan bakar utama sistem kecerdasan artifisial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menjelaskan prinsip garbage in, garbage out tetap berlaku dalam AI. Model secanggih apa pun berpotensi menghasilkan analisis yang keliru apabila dilatih menggunakan data yang tidak lengkap, tidak konsisten, atau tidak akurat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, pemerintah perlu memprioritaskan pembangunan infrastruktur data yang aman, terintegrasi, dan andal sebelum memperluas implementasi AI ke berbagai sektor.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain infrastruktur, Pratama juga menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia. Indonesia membutuhkan lebih banyak talenta di bidang data engineering, data governance, data science, keamanan siber, dan AI engineering agar transformasi digital berjalan berkelanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Integrasi Data Menjadi Kunci Daya Saing AI Nasional</p>



<p class="wp-block-paragraph">Direktur Eksekutif ICT Institute, Heru Sutadi, menilai Indonesia sebenarnya telah memiliki fondasi awal untuk membangun ekosistem AI nasional. Pemerintah telah mengembangkan pusat data, memperluas konektivitas digital, menyusun Strategi Nasional AI, serta menerapkan regulasi perlindungan data pribadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski demikian, ia menilai fondasi tersebut masih perlu diperkuat. Fragmentasi data antarkementerian, lembaga, dan pemerintah daerah masih menjadi tantangan besar karena menyebabkan interoperabilitas sistem belum berjalan optimal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Heru mengatakan pembangunan pusat data nasional, integrasi data lintas instansi, peningkatan kualitas data, kapasitas komputasi, serta tata kelola data harus menjadi prioritas pemerintah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, strategi tersebut akan membuat berbagai program adopsi AI lebih efektif. Ia menegaskan bahwa pengembangan AI harus dimulai dari fondasi data yang kuat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendekatan data first, AI follows diyakini mampu meningkatkan peluang keberhasilan implementasi AI sekaligus memperkuat daya saing Indonesia dalam membangun ekonomi digital dan ekonomi kreatif berbasis teknologi. Ke depan, sinergi antara regulasi, pembangunan infrastruktur data, serta pengembangan talenta digital akan menjadi faktor penentu keberhasilan Indonesia memanfaatkan AI sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://kumparan.com/kumparannews/ai-masuk-subsektor-ekonomi-kreatif-pemerintah-siapkan-aturan-pemanfaatannya-27sjUThLIRx">AI Masuk Subsektor Ekonomi Kreatif, Pemerintah Siapkan Aturan Pemanfaatannya</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://brightniche.id/infrastruktur-data-jadi-kunci-ekonomi-kreatif-berbasis-ai/">Infrastruktur Data Jadi Kunci Ekonomi Kreatif Berbasis AI</a> appeared first on <a href="https://brightniche.id">brightniche.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://brightniche.id/infrastruktur-data-jadi-kunci-ekonomi-kreatif-berbasis-ai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
