Persaingan saham berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin menarik perhatian investor global pada 2026. Tiga nama yang paling sering dibandingkan adalah Palantir Technologies, Snowflake, dan MongoDB.
Ketiga perusahaan tersebut bergerak di lapisan teknologi AI yang berbeda. Palantir fokus pada workflow AI untuk perusahaan besar, Snowflake mengembangkan AI Data Cloud dan Cortex AI, sedangkan MongoDB memperkuat layanan database berbasis vector search melalui platform Atlas.
Baca Juga “California usulkan pajak untuk unduhan software digital agar pajak online dan toko seimbang.“
Perdebatan investor kini berpusat pada satu pertanyaan utama, yaitu saham AI software mana yang masih menarik dibeli setelah mengalami reli harga besar sepanjang setahun terakhir.
Palantir Tumbuh Cepat dengan Margin Profit Tinggi
Palantir menjadi salah satu saham AI dengan performa paling agresif sepanjang 2026. Perusahaan mencatat pendapatan kuartal pertama sebesar USD 1,63 miliar atau naik 85 persen secara tahunan.
Pertumbuhan terbesar datang dari segmen komersial Amerika Serikat yang melonjak 133 persen menjadi USD 595 juta. Selain itu, net dollar retention atau NRR Palantir mencapai 150 persen, salah satu angka tertinggi di industri software skala besar.
NRR merupakan indikator penting yang menunjukkan peningkatan belanja pelanggan lama. Semakin tinggi angkanya, semakin besar ekspansi penggunaan produk oleh pelanggan eksisting.
Manajemen Palantir juga menaikkan panduan pertumbuhan pendapatan tahunan menjadi sekitar 71 persen. Angka tersebut memperkuat posisi perusahaan sebagai salah satu pemain AI dengan pertumbuhan tercepat saat ini.
Dari sisi profitabilitas, Palantir menghasilkan adjusted free cash flow sebesar USD 925 juta dengan margin mencapai 57 persen. Kinerja itu membuat saham PLTR dipandang memiliki kualitas fundamental yang sangat kuat.
Namun, valuasi menjadi tantangan utama. Saham Palantir diperdagangkan pada kisaran 55 hingga 67 kali forward sales, jauh di atas rata-rata perusahaan software besar lainnya.
Snowflake Perkuat Posisi di AI Data Cloud
Snowflake berada di posisi tengah antara pertumbuhan agresif dan valuasi yang relatif lebih moderat. Perusahaan membukukan pendapatan produk kuartal keempat tahun fiskal 2026 sebesar USD 1,23 miliar atau tumbuh 30 persen dibanding tahun sebelumnya.
NRR Snowflake berada di level 125 persen dengan remaining performance obligations atau RPO mencapai USD 9,77 miliar. Angka tersebut menunjukkan kontrak jangka panjang perusahaan masih bertumbuh kuat.
Lebih dari 9.100 akun perusahaan kini menggunakan fitur AI milik Snowflake. Sementara layanan Snowflake Intelligence telah menjangkau sekitar 2.500 akun hanya dalam waktu tiga bulan.
Pertumbuhan tersebut didorong ekspansi Cortex AI, platform yang memungkinkan perusahaan menjalankan analisis dan model AI langsung di lingkungan cloud mereka.
Dari sisi arus kas, Snowflake mencatat free cash flow margin sebesar 60 persen pada kuartal terakhir. Meski begitu, margin tahunan diperkirakan berada di kisaran 23 hingga 25 persen karena tingginya investasi untuk pengembangan komputasi AI.
Analis melihat Snowflake memiliki keseimbangan antara pertumbuhan, profitabilitas, dan valuasi. Model bisnis berbasis konsumsi juga dinilai memberi fleksibilitas bagi pelanggan perusahaan skala besar.
MongoDB Fokus pada Pertumbuhan Database dan Vector AI
MongoDB tampil sebagai pemain dengan valuasi paling murah di antara tiga saham AI software tersebut. Perusahaan membukukan pendapatan kuartal keempat tahun fiskal 2026 sebesar USD 695 juta atau naik 27 persen secara tahunan.
Platform Atlas milik MongoDB tumbuh 29 persen dan telah mencapai basis pendapatan tahunan sekitar USD 2,78 miliar. Atlas kini menyumbang sekitar 72 persen total pendapatan perusahaan.
MongoDB juga mulai mendapat perhatian di sektor vector search, teknologi penting untuk pengembangan AI generatif dan pencarian berbasis embedding data.
Jumlah pelanggan yang menggunakan layanan vector search dilaporkan meningkat dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Hal itu memperkuat posisi MongoDB sebagai pemain penting di lapisan database AI.
Meski pertumbuhan pendapatannya lebih lambat dibanding Palantir dan Snowflake, valuasi MongoDB dinilai lebih realistis. Banyak investor melihat saham MDB sebagai opsi kontrarian untuk jangka menengah hingga panjang.
Free cash flow MongoDB pada tahun fiskal 2026 mencapai USD 493 juta dengan margin sekitar 20 persen. Margin tersebut masih lebih rendah dibanding dua kompetitor lainnya, namun dinilai memiliki ruang peningkatan seiring skala Atlas yang semakin besar.
Valuasi Jadi Penentu Utama Pilihan Investor
Perbedaan terbesar ketiga saham AI software ini terlihat pada valuasi pasar. Palantir menawarkan pertumbuhan paling tinggi, tetapi juga memiliki valuasi paling mahal.
Investor yang membeli PLTR saat ini pada dasarnya bertaruh bahwa pertumbuhan segmen AI perusahaan dapat terus bertahan dalam beberapa tahun ke depan.
Snowflake berada di posisi yang lebih seimbang. Pertumbuhan pendapatan 30 persen, NRR 125 persen, serta arus kas yang kuat membuat valuasinya masih dianggap masuk akal bagi sebagian analis.
Sementara itu, MongoDB menjadi opsi dengan price-to-growth paling murah. Namun, investor perlu bersabar karena kontribusi vector AI diperkirakan baru akan terlihat signifikan pada 2027 hingga 2028.
Saham AI Mana yang Paling Menarik pada 2026?
Setiap saham AI software memiliki profil risiko dan potensi imbal hasil yang berbeda. Palantir cocok bagi investor yang mengejar momentum pertumbuhan AI paling agresif, tetapi siap menghadapi valuasi premium.
Snowflake dianggap memiliki kombinasi paling stabil antara pertumbuhan, profitabilitas, dan ekspansi AI enterprise. Karena itu, banyak analis melihat SNOW sebagai pilihan risk-adjusted terbaik di sektor software AI.
MongoDB menjadi opsi menarik bagi investor jangka panjang yang mencari valuasi lebih murah dan eksposur pada pertumbuhan vector database.
Tren pengembangan AI generatif, cloud computing, dan tokenisasi data diperkirakan terus mendorong kebutuhan software enterprise dalam beberapa tahun mendatang.
Karena itu, Palantir, Snowflake, dan MongoDB diproyeksikan tetap menjadi tiga nama utama yang akan terus dipantau investor dalam persaingan saham AI global.
Baca Juga “Britain investigates Microsoft over business software dominance“