Telkom AI Center Aceh Tingkatkan Kapasitas Kreator Digital Melalui Pemanfaatan AI untuk Konten Medsos
Telkom AI Center Aceh memperkuat pengembangan talenta digital dan ekonomi kreatif daerah melalui kegiatan “Technical Workshop: Social Media Content Optimization with AI”. Kegiatan ini membekali mahasiswa, pelaku usaha, content creator, desainer grafis, dan pegiat media sosial dengan kemampuan memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam proses produksi konten digital.
Baca Juga “Kolaborasi AI dan Teknologi Seluler: Kunci Anak Muda Makin Kreatif“
Workshop tersebut berlangsung secara hybrid di Telkom AI Center, Banda Aceh, pada pertengahan Juni 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat kreatif Aceh agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital dan memanfaatkan AI sebagai alat peningkatan produktivitas.
Workshop AI Ajarkan Strategi Produksi Konten Digital Lebih Efektif
Telkom AI Center Aceh menghadirkan content creator sekaligus desainer grafis Rahmat Ferdiansyah sebagai pemateri utama. Ia membagikan pengalaman serta strategi penggunaan AI untuk mendukung berbagai tahapan produksi konten.
Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pemanfaatan AI mulai dari pencarian ide, penyusunan konsep kreatif, pembuatan desain visual, pengembangan video, pengelolaan konten, hingga penyusunan strategi pemasaran melalui media sosial.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan sejumlah platform berbasis AI yang banyak digunakan dalam industri kreatif digital. Beberapa di antaranya adalah Canva, ChatGPT, Notion, serta berbagai aplikasi pendukung untuk membantu proses kreatif dan manajemen pekerjaan.
Rahmat menjelaskan bahwa perkembangan AI telah mengubah pola kerja di industri kreatif. Kreator saat ini dituntut memiliki kemampuan yang semakin luas, mulai dari desain, produksi video, penulisan konten, hingga analisis strategi digital.
“Di dunia kreatif saat ini, kita sering dituntut menjadi one-man army, menguasai desain, video, copywriting, hingga strategi media sosial. AI membantu mempercepat banyak proses tersebut sehingga kreator dapat lebih fokus pada ide dan strategi,” ujar Rahmat.
Melalui workshop ini, peserta mempelajari bagaimana AI dapat membantu mempercepat proses produksi tanpa menghilangkan peran kreativitas manusia. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk mencari referensi, membuat rancangan awal, menganalisis tren, serta mendukung pengambilan keputusan dalam strategi konten.
Pemanfaatan AI Tetap Membutuhkan Validasi dan Peran Manusia
Selain mengenalkan berbagai manfaat AI, workshop juga menekankan pentingnya pengawasan manusia dalam penggunaan teknologi tersebut. Peserta diberikan pemahaman bahwa hasil dari sistem AI tetap membutuhkan pemeriksaan sebelum digunakan untuk publikasi.
Rahmat menyampaikan bahwa AI memiliki keterbatasan dan dapat menghasilkan informasi atau visual yang kurang tepat. Karena itu, kreator tetap harus melakukan validasi agar konten yang dipublikasikan memiliki kualitas, akurasi, dan kesesuaian dengan nilai merek.
“AI adalah alat bantu yang luar biasa, tetapi kreativitas, pertimbangan, dan validasi manusia tetap tidak dapat digantikan. Kita harus memastikan bahwa setiap konten yang dipublikasikan tetap akurat, relevan, dan sesuai dengan identitas merek,” jelas Rahmat.
Materi tersebut menjadi semakin relevan seiring meningkatnya penggunaan AI dalam industri kreatif global. Kreator digital perlu memahami aspek etika, akurasi informasi, serta tanggung jawab dalam menggunakan teknologi agar inovasi tetap berjalan secara berkelanjutan.
Strategi Media Sosial Menjadi Fokus Pengembangan Kreator Aceh
Workshop juga membahas strategi membangun performa konten di tengah perubahan algoritma berbagai platform media sosial. Peserta mempelajari pentingnya memahami karakter audiens, tren digital, serta pola distribusi konten.
Pemateri memperkenalkan dua pendekatan utama dalam pengelolaan merek di media sosial. Pendekatan pertama adalah Virality Chaser yang berfokus pada tren dan peluang viral. Pendekatan kedua adalah Brand Purist yang menekankan konsistensi identitas dan nilai merek.
Peserta juga mendapatkan wawasan mengenai strategi konten untuk platform seperti Instagram dan TikTok. Materi mencakup pembuatan pembuka konten atau hook yang menarik, pemanfaatan tren, analisis kompetitor, serta evaluasi performa konten.
Dalam sesi diskusi, peserta aktif membahas berbagai topik, seperti kemampuan platform mendeteksi konten berbasis AI, otomatisasi pembuatan konten, hingga strategi penjadwalan publikasi agar lebih efektif.
Telkom AI Center Aceh Dorong Pertumbuhan Talenta Digital Berkelanjutan
Sebagai bagian dari praktik langsung, peserta dibagi dalam beberapa kelompok untuk menyusun konsep merek dan strategi media sosial. Hasil kerja tersebut akan dikembangkan menjadi portofolio bersama sebagai bahan pembelajaran dan pengembangan program lanjutan.
Jurnalis JH, Business and Community Lead Telkom AI Connect Aceh, mengatakan program ini bertujuan melahirkan lebih banyak talenta kreatif yang mampu menggunakan AI secara produktif dan bertanggung jawab.
“Kami ingin mendorong lahirnya lebih banyak talenta kreatif dan content creator di Aceh yang tidak hanya mampu memanfaatkan AI, tetapi juga memahami strategi dan etika dalam penggunaannya. AI harus menjadi alat untuk meningkatkan produktivitas dan kreativitas, bukan menggantikan peran manusia,” ujar Jurnalis JH.
Melalui berbagai kegiatan literasi digital dan pengembangan keterampilan teknologi, Telkom AI Center Aceh berkomitmen memperkuat ekosistem digital di Aceh. Program seperti ini diharapkan mampu membuka peluang baru bagi kreator lokal, pelaku usaha, dan generasi muda untuk bersaing dalam industri kreatif berbasis teknologi.
Ke depan, peningkatan kemampuan AI, pemasaran digital, dan produksi konten kreatif akan menjadi faktor penting dalam membangun ekonomi digital yang inklusif. Dengan dukungan edukasi yang berkelanjutan, talenta kreatif Aceh dapat berperan lebih besar dalam perkembangan industri digital nasional.
Baca Juga “Rakernas LSB PP Muhammadiyah Bahas Peluang dan Tantangan Seni di Era AI “