<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>brightniche.id</title>
	<atom:link href="https://brightniche.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://brightniche.id/</link>
	<description>Rekomendasi Tool Digital Terbaik untuk Efisiensi Kerja</description>
	<lastBuildDate>Sun, 19 Jul 2026 08:51:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>
	<item>
		<title>Seni dan AI Bangun Koeksistensi di Era Kreatif Digital</title>
		<link>https://brightniche.id/seni-dan-ai-bangun-koeksistensi-di-era-kreatif-digital/</link>
					<comments>https://brightniche.id/seni-dan-ai-bangun-koeksistensi-di-era-kreatif-digital/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Jul 2026 08:51:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Alat Desain & AI Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[ai]]></category>
		<category><![CDATA[Koeksistensi]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Seni]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://brightniche.id/?p=427</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seni dan AI Bergerak Menuju Koeksistensi, Manusia Tetap Jadi Pengarah Kreativitas Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam dunia seni telah mengubah cara manusia menciptakan, memproduksi, dan menikmati karya kreatif. Jika sebelumnya AI lebih banyak memicu perdebatan terkait hak cipta dan ancaman terhadap profesi seniman, kini diskusi mulai bergeser menuju cara membangun kolaborasi antara [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://brightniche.id/seni-dan-ai-bangun-koeksistensi-di-era-kreatif-digital/">Seni dan AI Bangun Koeksistensi di Era Kreatif Digital</a> appeared first on <a href="https://brightniche.id">brightniche.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Seni dan AI Bergerak Menuju Koeksistensi, Manusia Tetap Jadi Pengarah Kreativitas</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam dunia seni telah mengubah cara manusia menciptakan, memproduksi, dan menikmati karya kreatif. Jika sebelumnya AI lebih banyak memicu perdebatan terkait hak cipta dan ancaman terhadap profesi seniman, kini diskusi mulai bergeser menuju cara membangun kolaborasi antara manusia dan teknologi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://www.vietnam.vn/id/hoc-sinh-sinh-vien-tranh-tai-sang-tao-lap-trinh-ung-dung-ai">Para siswa berkompetisi dalam pemrograman aplikasi AI yang kreatif.</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada 2026, AI semakin diterima sebagai alat pendukung dalam industri kreatif. Teknologi ini membantu mempercepat proses produksi, membuka peluang eksperimen baru, dan memperluas akses pembuatan karya. Namun, para pelaku seni tetap menilai ide, emosi, serta visi manusia sebagai unsur utama dalam sebuah karya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">AI Belum Menggantikan Peran Kreatif Seniman</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemajuan teknologi generatif AI sempat memunculkan kekhawatiran bahwa mesin dapat menggantikan pekerjaan seniman. Namun, pengalaman praktisi kreatif menunjukkan bahwa AI masih membutuhkan arahan manusia untuk menghasilkan karya yang memiliki nilai artistik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Eddie Smith, seniman yang pernah terlibat dalam pengembangan tiga seri awal gim Halo, merasakan langsung keterbatasan AI ketika bekerja dalam proyek kreatif profesional. Saat mengerjakan adaptasi film klasik The Wizard of Oz untuk layar Sphere beresolusi 16K di Las Vegas, AI digunakan untuk membantu proses teknis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski mampu mempercepat pekerjaan tertentu, setiap hasil akhir tetap membutuhkan penyempurnaan dari seniman. Menurut Smith, AI hanya menjalankan instruksi yang diberikan manusia dan belum mampu menciptakan visi kreatif secara mandiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menggambarkan AI seperti seorang anak kecil yang memiliki kemampuan sangat besar. Teknologi tersebut dapat membantu proses produksi, tetapi arah artistik, gaya visual, dan pesan sebuah karya tetap berasal dari manusia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konsep Human-Led AI Mulai Berkembang di Industri Kreatif</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perubahan cara pandang terhadap AI juga terlihat dalam industri film. Para kreator mulai menggunakan pendekatan yang menempatkan manusia sebagai pengendali utama teknologi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam Festival Film Tribeca 2026, sejumlah proyek berbasis AI menunjukkan bahwa kreator tidak sekadar memberikan perintah lalu menerima hasil akhir dari mesin. Mereka tetap membangun konsep visual, menghasilkan materi kreatif, dan menentukan arah artistik sebelum menggunakan AI sebagai pendukung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendekatan tersebut dikenal sebagai human-led AI. Melalui konsep ini, AI berfungsi sebagai alat untuk memperluas kemampuan kreator, bukan sebagai pengganti proses berpikir manusia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Film Dreams of Violets menjadi salah satu contoh bagaimana AI dapat mempercepat produksi karya audiovisual. Film tersebut dibuat dengan dukungan besar teknologi AI dan diproduksi dengan biaya relatif rendah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski demikian, keberhasilan film tersebut tetap bergantung pada keputusan sutradara dan tim kreatif dalam menentukan cerita, konsep, serta nilai artistik yang ingin disampaikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dunia Seni Mulai Membahas Pemanfaatan AI secara Lebih Terstruktur</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perkembangan AI dalam seni tidak hanya terjadi di tingkat individu, tetapi juga mulai masuk dalam agenda lembaga internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada 2026, Uni Telekomunikasi Internasional (ITU) menjadikan tema “AI, Inovasi, dan Budaya” sebagai bagian dari pembahasan KTT AI Global untuk Kemanusiaan. Fokus diskusi tidak lagi sekadar membahas apakah AI boleh digunakan dalam seni.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pembahasan kini lebih banyak menyoroti bagaimana teknologi dapat mendukung kreativitas, menjaga hak seniman, serta menciptakan aturan yang seimbang antara inovasi dan perlindungan karya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Festival film bertema AI juga menunjukkan meningkatnya minat komunitas kreatif terhadap teknologi tersebut. Ribuan karya telah diajukan dalam berbagai ajang yang menggabungkan kreativitas manusia dan kemampuan mesin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Museum AI dan Perubahan Cara Melihat Data sebagai Bahan Seni</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemunculan ruang seni berbasis teknologi juga menjadi tanda perubahan ekosistem kreatif. DATALAND di Los Angeles menjadi salah satu contoh institusi yang memperkenalkan seni berbasis AI kepada publik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Museum tersebut mengusung gagasan bahwa data dapat menjadi bahan kreatif baru. Jika seniman tradisional menggunakan cat, kanvas, atau tanah liat, kreator berbasis AI menggunakan data dan algoritma sebagai bagian dari proses penciptaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu pameran awalnya, Machine Dreams: Rainforest, menggunakan model AI yang dilatih dengan kumpulan data alam. Konsep tersebut memperlihatkan bagaimana teknologi dapat menjadi medium baru untuk mengeksplorasi hubungan antara manusia, alam, dan mesin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Industri Seni Masih Bersikap Hati-Hati terhadap AI</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski perkembangan AI semakin cepat, industri seni belum sepenuhnya menerima teknologi tersebut sebagai bentuk kreativitas yang berdiri sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Survei AI 2026 dari platform seni daring Artsy yang melibatkan lebih dari 300 perwakilan galeri menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil pelaku industri yang menganggap seni AI sebagai kategori baru yang telah mapan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><mark>Sebagian responden masih mengkhawatirkan isu hak cipta, nilai artistik, serta dampak AI terhadap pasar seni.</mark>&nbsp;Banyak galeri juga menyatakan bahwa seniman dalam jaringan mereka belum menggunakan AI secara rutin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika digunakan, AI lebih sering berfungsi sebagai alat pendukung, seperti membantu visualisasi konsep, memperbaiki gambar, melakukan proses teknis, atau mempercepat pekerjaan administratif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, sebagian pelaku industri melihat peluang besar dalam jangka panjang. Mereka menilai AI berpotensi diterima seperti teknologi fotografi dan perangkat digital yang sebelumnya juga mengalami perdebatan sebelum menjadi bagian dari dunia seni modern.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Regulasi Hak Cipta Menjadi Fokus Baru di Era AI</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perkembangan AI juga mendorong pemerintah dan lembaga internasional menyusun aturan baru. Parlemen Eropa pada 2026 mulai membahas kerangka terkait hubungan antara hak cipta dan teknologi generatif AI.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Regulasi tersebut menekankan pentingnya transparansi sumber data pelatihan AI, mekanisme lisensi, serta perlindungan terhadap karya yang dibuat manusia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sektor musik juga menghadapi tantangan serupa. Organisasi European Composers and Musicians Alliance (ECSA) mendorong pembahasan mengenai izin penggunaan karya, kompensasi pencipta, dan keterbukaan proses pelatihan AI.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><mark>Langkah tersebut menunjukkan bahwa industri kreatif mulai mencari keseimbangan antara perkembangan teknologi dan perlindungan hak para kreator.</mark></p>



<p class="wp-block-paragraph">Masa Depan Seni dan AI Mengarah pada Kolaborasi</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hubungan antara seni dan AI kini memasuki tahap baru. Teknologi tidak lagi hanya dipandang sebagai ancaman, tetapi sebagai alat yang dapat memperluas kemampuan manusia dalam menciptakan karya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">AI dapat membantu mempercepat produksi dan membuka ruang eksperimen baru. Namun, manusia tetap memegang peran utama dalam menentukan ide, emosi, cerita, dan makna sebuah karya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ke depan, keberhasilan integrasi AI dalam seni akan bergantung pada kemampuan industri kreatif membangun aturan yang adil. Kolaborasi antara inovasi teknologi dan kreativitas manusia menjadi kunci agar perkembangan AI dapat menghasilkan ekosistem seni yang berkelanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://www.antaranews.com/berita/5648539/indonesia-jadi-negara-paling-kreatif-menggunakan-ai-visual">Indonesia jadi negara paling kreatif menggunakan AI visual</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://brightniche.id/seni-dan-ai-bangun-koeksistensi-di-era-kreatif-digital/">Seni dan AI Bangun Koeksistensi di Era Kreatif Digital</a> appeared first on <a href="https://brightniche.id">brightniche.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://brightniche.id/seni-dan-ai-bangun-koeksistensi-di-era-kreatif-digital/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jairi Irawan Dorong UMKM Naik Kelas dengan Pelatihan AI</title>
		<link>https://brightniche.id/jairi-irawan-dorong-umkm-naik-kelas-dengan-pelatihan-ai/</link>
					<comments>https://brightniche.id/jairi-irawan-dorong-umkm-naik-kelas-dengan-pelatihan-ai/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Jul 2026 08:47:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Alat Desain & AI Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Jairi Irawan]]></category>
		<category><![CDATA[Pelatihan AI]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://brightniche.id/?p=424</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jairi Irawan Dorong UMKM Blitar Manfaatkan AI untuk Tingkatkan Daya Saing Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Golkar, Jairi Irawan, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi pengembangan peluang industri kreatif berbasis AI yang digelar di Wisata Edukasi Kampung [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://brightniche.id/jairi-irawan-dorong-umkm-naik-kelas-dengan-pelatihan-ai/">Jairi Irawan Dorong UMKM Naik Kelas dengan Pelatihan AI</a> appeared first on <a href="https://brightniche.id">brightniche.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Jairi Irawan Dorong UMKM Blitar Manfaatkan AI untuk Tingkatkan Daya Saing</p>



<p class="wp-block-paragraph">Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Golkar, Jairi Irawan, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi pengembangan peluang industri kreatif berbasis AI yang digelar di Wisata Edukasi Kampung Coklat, Kabupaten Blitar, Minggu (19/7/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://banten.antaranews.com/berita/385951/dpad-kota-tangerang-buka-kelas-literasi-pembuatan-konten-kreatif-ai">DPAD Kota Tangerang buka kelas literasi pembuatan konten kreatif AI</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan pelaku UMKM agar mampu mengikuti perkembangan ekonomi digital. Melalui pemanfaatan teknologi, pelaku usaha diharapkan dapat menciptakan produk yang lebih menarik sekaligus memperluas pasar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pelaku UMKM Dikenalkan Teknologi AI untuk Pengembangan Bisnis</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sosialisasi tersebut diikuti sekitar 125 pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai penggunaan AI dan aplikasi desain digital Canva untuk mendukung aktivitas bisnis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Materi pelatihan mencakup pemanfaatan teknologi untuk membuat desain produk, menyusun materi promosi, hingga menghasilkan konsep kemasan yang lebih menarik. Langkah ini dinilai penting karena tampilan produk dan strategi pemasaran menjadi faktor yang memengaruhi daya tarik konsumen.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><mark>Jairi menjelaskan bahwa pelatihan tersebut menjadi tahap awal agar pelaku UMKM tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi yang semakin cepat.</mark></p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pelatihan ini merupakan pengenalan awal. Peserta kami ajarkan bagaimana memanfaatkan Canva dan AI dengan cara yang sederhana sehingga bisa langsung diterapkan dalam usaha mereka,” ujar Jairi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pelatihan AI Jadi Langkah Awal Transformasi Digital UMKM</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Jairi, pelatihan satu hari belum cukup untuk menguasai seluruh kemampuan AI secara mendalam. Namun, kegiatan tersebut dapat memberikan pemahaman dasar mengenai manfaat teknologi bagi pengembangan usaha.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menilai peserta membutuhkan waktu lebih panjang agar mampu menggunakan AI secara optimal, terutama dalam menyusun prompt atau instruksi yang tepat untuk menghasilkan konten sesuai kebutuhan bisnis.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><mark>“Kalau sehari, peserta baru bisa mengenal dan membuat desain sederhana.</mark>&nbsp;Namun setidaknya mereka sudah memahami bagaimana AI dapat membantu meningkatkan produktivitas usahanya,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan pemahaman awal tersebut, pelaku UMKM diharapkan dapat memanfaatkan teknologi untuk menghemat waktu, meningkatkan kreativitas, dan menghasilkan strategi pemasaran yang lebih efektif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kolaborasi dengan Perbankan Dukung Pengembangan UMKM</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kegiatan tersebut juga melibatkan perwakilan Bank Mandiri sebagai bagian dari kolaborasi dalam memperkuat ekosistem UMKM. Dukungan perbankan diharapkan dapat membuka akses pembiayaan bagi pelaku usaha yang ingin memperbesar skala bisnisnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jairi menyampaikan bahwa peningkatan kemampuan digital perlu berjalan beriringan dengan penguatan manajemen usaha dan akses permodalan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, UMKM yang mampu mengembangkan produk, mengelola keuangan, dan memanfaatkan pemasaran digital memiliki peluang lebih besar untuk berkembang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendampingan UMKM Berlanjut Setelah Pelatihan</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jairi memastikan program pembinaan tidak berhenti setelah kegiatan sosialisasi selesai. Para peserta akan masuk dalam kelompok komunikasi yang melibatkan pendamping dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui grup tersebut, peserta akan mendapatkan pendampingan lanjutan berupa pelatihan daring dan pembinaan secara berkala.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami ingin pendampingan berjalan terus. Pelatihan online akan dirutinkan sehingga para pelaku UMKM bisa terus belajar dan mengembangkan kemampuan mereka,” jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Program lanjutan tersebut akan mencakup berbagai materi, mulai dari peningkatan kualitas produksi, pemasaran digital, literasi keuangan, hingga persiapan memasuki pasar ekspor.</p>



<p class="wp-block-paragraph">UMKM Didorong Tidak Hanya Bertahan, tetapi Naik Kelas</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jairi menegaskan bahwa tujuan utama program ini adalah membantu UMKM yang telah mendapatkan pembinaan agar mampu berkembang lebih jauh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menilai kualitas produk harus didukung kemampuan pemasaran yang baik. Produk yang memiliki nilai unggul tetap membutuhkan strategi promosi yang tepat agar dapat dikenal lebih luas oleh konsumen.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><mark>“Karena itu kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menyiapkan pelaku UMKM agar mampu memproduksi lebih banyak sekaligus memasarkannya dengan lebih efektif melalui teknologi digital,” ungkapnya.</mark></p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan pelaku usaha menjadi kunci dalam menciptakan UMKM yang lebih kompetitif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">DPRD Jatim Juga Salurkan Program Penghargaan untuk Imam Masjid</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kesempatan yang sama, Jairi juga menyampaikan program lain yang dijalankan Komisi E DPRD Jawa Timur bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Program tersebut berupa pemberian uang kehormatan bagi imam masjid dan musala.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><mark>Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada para imam yang aktif menjalankan tugas pelayanan keagamaan di masyarakat.</mark></p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk wilayah Blitar dan Tulungagung, sekitar 100 imam masjid dan musala menerima manfaat program tersebut pada tahun ini. Besaran uang kehormatan mencapai Rp2,5 juta per orang setiap tahun dengan sistem penerima yang disesuaikan berdasarkan anggaran dan persyaratan administrasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui berbagai program tersebut, Jairi berharap pemberdayaan masyarakat dapat berjalan secara menyeluruh. Penguatan UMKM melalui teknologi digital dan dukungan sosial bagi masyarakat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan warga Jawa Timur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://suryakabar.com/2026/07/19/guru-kb-tk-al-muslim-dan-lasiyam-kuasai-animasi-berbasis-ai-siap-hadirkan-pembelajaran-yang-lebih-kreatif/">Guru KB-TK Al Muslim dan Lasiyam Kuasai Animasi Berbasis AI, Siap Hadirkan Pembelajaran yang Lebih Kreatif</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://brightniche.id/jairi-irawan-dorong-umkm-naik-kelas-dengan-pelatihan-ai/">Jairi Irawan Dorong UMKM Naik Kelas dengan Pelatihan AI</a> appeared first on <a href="https://brightniche.id">brightniche.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://brightniche.id/jairi-irawan-dorong-umkm-naik-kelas-dengan-pelatihan-ai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Eksekutif Sepakat AI Jadi Fokus Utama Tahun Ini</title>
		<link>https://brightniche.id/eksekutif-sepakat-ai-jadi-fokus-utama-tahun-ini/</link>
					<comments>https://brightniche.id/eksekutif-sepakat-ai-jadi-fokus-utama-tahun-ini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2026 14:36:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Alat Desain & AI Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[ai]]></category>
		<category><![CDATA[Eksekutif]]></category>
		<category><![CDATA[fokus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://brightniche.id/?p=421</guid>

					<description><![CDATA[<p>Eksekutif Sepakat AI Memperkuat Kinerja Manusia, Bukan Menggantikan Peran Pekerja Para eksekutif dari berbagai industri memiliki pandangan yang hampir sama mengenai perkembangan kecerdasan buatan (AI) pada 2026. Mereka menilai AI bukan sekadar alat untuk memangkas biaya, tetapi teknologi yang mampu memperluas kemampuan manusia dalam menciptakan ide, meningkatkan produktivitas, dan menghasilkan solusi yang lebih inovatif. Baca [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://brightniche.id/eksekutif-sepakat-ai-jadi-fokus-utama-tahun-ini/">Eksekutif Sepakat AI Jadi Fokus Utama Tahun Ini</a> appeared first on <a href="https://brightniche.id">brightniche.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Eksekutif Sepakat AI Memperkuat Kinerja Manusia, Bukan Menggantikan Peran Pekerja</p>



<p class="wp-block-paragraph">Para eksekutif dari berbagai industri memiliki pandangan yang hampir sama mengenai perkembangan kecerdasan buatan (AI) pada 2026. Mereka menilai AI bukan sekadar alat untuk memangkas biaya, tetapi teknologi yang mampu memperluas kemampuan manusia dalam menciptakan ide, meningkatkan produktivitas, dan menghasilkan solusi yang lebih inovatif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://www.antaranews.com/berita/5648539/indonesia-jadi-negara-paling-kreatif-menggunakan-ai-visual">Indonesia jadi negara paling kreatif menggunakan AI visual</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pandangan tersebut muncul di tengah meningkatnya penggunaan AI di dunia kerja. Riset Work Trend Index 2026 dari Microsoft menunjukkan bahwa adopsi AI di Indonesia berkembang pesat. Namun, hanya 42 persen pengguna AI di Indonesia yang merasa kebijakan penggunaan AI di perusahaan mereka memiliki arah yang jelas dan konsisten.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara strategi AI yang disampaikan pimpinan perusahaan dan pengalaman pekerja dalam menjalankan teknologi tersebut sehari-hari. Meski demikian, sejumlah eksekutif menegaskan bahwa keberhasilan implementasi AI tetap bergantung pada keputusan, kreativitas, dan tanggung jawab manusia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Agensi Kreatif Gunakan AI untuk Memperluas Kapasitas Tim</p>



<p class="wp-block-paragraph">Reza Andika, CEO ALVA Digital Network, menjelaskan bahwa perusahaannya menerapkan transparansi dalam penggunaan AI kepada klien. Menurutnya, klien perlu memahami bagaimana teknologi tersebut digunakan agar dapat melihat nilai yang dihasilkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Reza mengatakan timnya memanfaatkan AI dalam berbagai tahap pekerjaan, mulai dari pengembangan ide kreatif, riset, penyusunan informasi, hingga peningkatan efisiensi operasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami lebih suka klien memahami mesinnya, ketimbang membayangkannya sendiri,&#8221; ujar Reza.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, AI bukan digunakan untuk menggantikan pekerjaan manusia, melainkan membantu tim menghasilkan lebih banyak eksplorasi. Teknologi tersebut memberikan ruang bagi pekerja untuk fokus pada strategi, kreativitas, dan pengambilan keputusan yang membutuhkan pengalaman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pandangan serupa disampaikan Faiz Fashridjal, Co-Founder dan CEO Sepenuhati. Ia menjelaskan bahwa perusahaannya membagi penggunaan AI berdasarkan kebutuhan dalam setiap tahapan produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sepenuhati menggunakan pendekatan bernama Windfinder untuk menangkap sinyal budaya dan bisnis, Big Wave untuk mengembangkan ide kreatif besar, serta Ripple Content untuk menjaga keberlanjutan konten digital.</p>



<p class="wp-block-paragraph">AI diterapkan secara berbeda pada setiap tahap. Tim strategi memanfaatkannya untuk menganalisis informasi, tim account menggunakannya untuk mengevaluasi kebutuhan klien, sedangkan tim kreatif memakainya untuk eksplorasi visual dan pengembangan aset.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Faiz menegaskan bahwa perusahaan tidak memaksakan penggunaan AI jika teknologi tersebut tidak memberikan nilai tambah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Tanggung jawab akhir tetap ada di tangan kami,&#8221; kata Faiz.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Klien Menentukan Batasan Penggunaan Teknologi AI</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun AI memberikan banyak peluang, perusahaan tetap harus memperhatikan batasan yang ditentukan klien. Reza menjelaskan bahwa sebagian klien justru mendorong penggunaan AI karena membutuhkan proses yang lebih cepat dan fleksibel.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, beberapa klien juga menetapkan aturan ketat. Misalnya, data perusahaan tidak boleh dimasukkan ke model AI publik, penggunaan wajah atau identitas talenta harus memiliki izin khusus, serta hasil AI tidak boleh digunakan langsung pada materi akhir tertentu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Reza, batasan tersebut menjadi pedoman bagi agensi dalam menjaga kepercayaan klien.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Batasan mereka adalah batasan kami,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Faiz memberikan contoh melalui proyek bersama Cimory yang menggunakan AI dalam proses produksi materi komersial. Pada proyek tersebut, AI menjadi bagian utama dari pengembangan karya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, pada proyek lain, penggunaan AI dilakukan secara lebih selektif. Teknologi tersebut digunakan untuk memperluas lingkungan visual, memperbaiki bagian tertentu, atau membantu proses pascaproduksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Faiz, penggunaan AI tetap membutuhkan kesepakatan yang jelas sejak awal. Tim harus menentukan bagian yang dapat dibantu AI, elemen yang harus dipertahankan secara manual, serta standar kualitas yang harus dicapai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Efisiensi AI Menghasilkan Lebih Banyak Pekerjaan Kreatif</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penggunaan AI tidak selalu berarti pengurangan pekerjaan. Reza menjelaskan fenomena tersebut melalui konsep Jevons Paradox, yaitu ketika suatu teknologi membuat proses menjadi lebih efisien, kebutuhan terhadap sumber daya tersebut justru dapat meningkat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks industri kreatif, AI mempercepat pekerjaan dasar seperti riset dan produksi awal. Namun, waktu yang tersisa kemudian digunakan untuk mengembangkan ide yang lebih kompleks.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Reza, timnya justru terdorong menciptakan lebih banyak inovasi setelah menggunakan AI. Bahkan, beberapa anggota tim non-programmer mulai membuat aplikasi internal untuk membantu pekerjaan mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Waktu yang sebelumnya habis untuk pekerjaan berulang kini dialihkan ke pengembangan strategi, pengujian konsep, dan eksplorasi kreatif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Faiz juga melihat manfaat serupa. Menurutnya, waktu yang dihemat AI dapat digunakan untuk memberikan lebih banyak pilihan kepada klien, meningkatkan kualitas hasil kerja, serta memperluas proses eksperimen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, ia mengingatkan bahwa AI bukan bentuk efisiensi tanpa biaya. Perusahaan tetap perlu menginvestasikan sumber daya untuk pelatihan, perangkat teknologi, pengawasan kualitas, dan pengembangan kemampuan tim.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hasil AI Tetap Membutuhkan Penilaian Manusia</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski kemampuan AI terus berkembang, para eksekutif menilai teknologi tersebut masih memiliki keterbatasan. Reza menjelaskan bahwa salah satu risiko terbesar adalah hasil AI yang terlihat hampir selesai, tetapi sebenarnya belum memenuhi standar kualitas.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><mark>&#8220;Hasil AI itu bisa terlihat 80 persen jadi, padahal belum benar-benar selesai,&#8221; ujar Reza.</mark></p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, AI sangat membantu sebagai akselerator pada tahap awal, tetapi keputusan akhir tetap membutuhkan manusia yang memiliki pengalaman dan pemahaman konteks.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menggambarkan AI seperti kolaborator junior yang mampu bekerja cepat, tetapi masih membutuhkan arahan dan evaluasi dari manusia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Faiz menemukan tantangan serupa dalam produksi video berbasis AI. Menurutnya, menghasilkan satu gambar menarik relatif mudah, tetapi membuat cerita visual yang konsisten jauh lebih sulit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa kendala yang sering muncul antara lain perubahan karakter antaradegan, pergeseran detail produk, masalah tipografi, hingga gerakan yang terlihat tidak alami.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain aspek teknis, AI juga masih memiliki tantangan dalam memahami konteks budaya dan emosi lokal.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><mark>&#8220;Hasil yang secara teknis rapi kadang tidak menangkap humor, tekstur emosional, atau detail kecil yang membuat sesuatu terasa Indonesia,&#8221; kata Faiz.</mark></p>



<p class="wp-block-paragraph">Perusahaan Besar Terapkan AI sebagai Pendukung Keputusan</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pandangan mengenai AI sebagai pendukung manusia juga muncul dari sektor lain. Karin Zulkarnaen, Chief Customer &amp; Marketing Officer Prudential Indonesia, menjelaskan bahwa perusahaan memanfaatkan AI untuk meningkatkan layanan, termasuk mendukung proses analisis klaim dan pelayanan nasabah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<em><strong><a href="https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/115073/mayoritas-pengguna-gemini-ri-manfaatkan-ai-untuk-buat-konten">Mayoritas Pengguna Gemini RI Manfaatkan AI untuk Buat Konten</a></strong></em>&#8220;<br><br></p>
<p>The post <a href="https://brightniche.id/eksekutif-sepakat-ai-jadi-fokus-utama-tahun-ini/">Eksekutif Sepakat AI Jadi Fokus Utama Tahun Ini</a> appeared first on <a href="https://brightniche.id">brightniche.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://brightniche.id/eksekutif-sepakat-ai-jadi-fokus-utama-tahun-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Siswa Berkompetisi Kembangkan Aplikasi AI Kreatif</title>
		<link>https://brightniche.id/siswa-berkompetisi-kembangkan-aplikasi-ai-kreatif/</link>
					<comments>https://brightniche.id/siswa-berkompetisi-kembangkan-aplikasi-ai-kreatif/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2026 14:29:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Alat Desain & AI Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Aplikasi AI]]></category>
		<category><![CDATA[berkompetisi]]></category>
		<category><![CDATA[siswa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://brightniche.id/?p=418</guid>

					<description><![CDATA[<p>Siswa Berkompetisi Mengembangkan Aplikasi AI Kreatif untuk Solusi Masa Depan Kompetisi terbuka TDTU Vibe Coding 2026 menjadi ajang bagi siswa dan mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan dalam mengembangkan aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI). Babak final kompetisi tersebut berlangsung pada 16 Juli 2026 di Universitas Ton Duc Thang, Kota Ho Chi Minh, Vietnam. Ajang yang diselenggarakan oleh [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://brightniche.id/siswa-berkompetisi-kembangkan-aplikasi-ai-kreatif/">Siswa Berkompetisi Kembangkan Aplikasi AI Kreatif</a> appeared first on <a href="https://brightniche.id">brightniche.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Siswa Berkompetisi Mengembangkan Aplikasi AI Kreatif untuk Solusi Masa Depan</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kompetisi terbuka TDTU Vibe Coding 2026 menjadi ajang bagi siswa dan mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan dalam mengembangkan aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI). Babak final kompetisi tersebut berlangsung pada 16 Juli 2026 di Universitas Ton Duc Thang, Kota Ho Chi Minh, Vietnam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ajang yang diselenggarakan oleh Pusat Inovasi dan Transfer Teknologi Universitas Ton Duc Thang ini mempertemukan para peserta yang memiliki minat besar terhadap pemrograman dan pengembangan teknologi. Melalui kompetisi tersebut, peserta ditantang menciptakan produk digital inovatif yang tidak hanya memiliki nilai teknologi, tetapi juga dapat diterapkan untuk membantu aktivitas masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://gokepri.com/orang-indonesia-paling-kreatif-pakai-ai-gemini/">Orang Indonesia Paling Kreatif Pakai AI Gemini</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kompetisi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan generasi muda dalam bidang teknologi informasi. Peserta tidak hanya dituntut memahami pemrograman, tetapi juga harus mampu mengembangkan ide kreatif, mengintegrasikan teknologi AI, serta menjelaskan manfaat aplikasi yang mereka buat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah melewati sejumlah tahapan seleksi pada babak kualifikasi, panitia memilih 14 proyek terbaik untuk tampil di babak final. Seluruh proyek tersebut terbagi dalam dua kategori utama, yaitu kelompok siswa sekolah menengah atas serta kelompok mahasiswa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Finalis TDTU Vibe Coding Hadirkan Beragam Inovasi Berbasis AI</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada babak final, para peserta menampilkan berbagai aplikasi dengan konsep yang berbeda. Sebagian besar proyek memanfaatkan teknologi AI untuk memberikan solusi dalam bidang pendidikan, pariwisata, hingga pengembangan pengalaman digital.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu proyek yang menarik perhatian berasal dari Tran Thi Kim Ngan, mahasiswa Universitas Ton Duc Thang. Ia mengembangkan sebuah permainan edukatif yang menggabungkan konsep wisata, pembelajaran, dan teknologi kecerdasan buatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aplikasi tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman interaktif kepada pengguna. Dalam permainan itu, peserta harus menyelesaikan berbagai misi dengan mengunjungi lokasi wisata nyata. Setelah mencapai lokasi tertentu, pengguna perlu mengirimkan foto sebagai bukti penyelesaian tugas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Teknologi AI kemudian digunakan untuk memeriksa dan menganalisis foto tersebut. Sistem akan menentukan apakah pengguna benar-benar telah menyelesaikan misi sesuai dengan tujuan permainan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ngan menjelaskan bahwa konsep permainan tersebut dibuat untuk mendorong anak muda mendapatkan pengalaman baru sekaligus memperluas wawasan sosial. Menurutnya, aplikasi itu tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga dapat menjadi media pembelajaran berbasis pengalaman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Game yang dikembangkan oleh tim ini ditujukan bagi anak muda yang menyukai pengalaman baru dan ingin meningkatkan pengetahuan sosial mereka, bukan hanya duduk bermain game,&#8221; ujar Ngan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menambahkan bahwa timnya memiliki rencana untuk mengembangkan aplikasi tersebut agar dapat digunakan dalam kegiatan pendidikan dan wisata pengalaman. Dengan pendekatan tersebut, teknologi AI dapat membantu menciptakan metode belajar yang lebih menarik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aplikasi AI Membantu Mahasiswa Memahami Geometri Spasial</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain proyek berbasis wisata, kompetisi ini juga menampilkan inovasi dalam bidang pendidikan. Tran Phuc Toan, mahasiswa Universitas Teknologi Kota Ho Chi Minh, menghadirkan aplikasi AI yang bertujuan membantu mahasiswa memahami materi geometri spasial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Geometri spasial menjadi salah satu materi yang cukup menantang karena membutuhkan kemampuan membayangkan bentuk tiga dimensi. Banyak mahasiswa mengalami kesulitan ketika harus memahami hubungan antarobjek ruang atau mengikuti tahapan penyelesaian soal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melihat permasalahan tersebut, Toan mengembangkan aplikasi yang dapat membantu pengguna memvisualisasikan konsep geometri secara lebih mudah. Pengguna cukup memasukkan soal yang ingin dipelajari ke dalam sistem.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Model AI kemudian menganalisis informasi dari soal tersebut dan menghasilkan visualisasi yang sesuai. Aplikasi juga memberikan panduan langkah demi langkah sehingga mahasiswa dapat memahami proses penyelesaian secara bertahap.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Toan menegaskan bahwa aplikasi tersebut tidak dirancang untuk menggantikan proses berpikir siswa. Teknologi AI hanya berperan sebagai pendamping belajar yang membantu pengguna memahami konsep dan menemukan solusi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Aplikasi saya tidak langsung menyelesaikan soal, tetapi hanya membimbing siswa melalui langkah-langkah untuk menyelesaikannya dengan lebih mudah,&#8221; kata Toan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan AI dalam pendidikan tidak selalu bertujuan memberikan jawaban cepat. Teknologi dapat dimanfaatkan sebagai alat pendukung yang membantu meningkatkan pemahaman dan kemampuan analisis pengguna.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Juri Menilai Kreativitas dan Potensi Penerapan Aplikasi</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam proses penilaian, dewan juri tidak hanya melihat kemampuan teknis peserta dalam membangun aplikasi. Penilaian juga mencakup kreativitas ide, tingkat inovasi, manfaat praktis, serta peluang pengembangan produk pada masa mendatang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penyelenggara menyebutkan bahwa kemampuan peserta dalam mempresentasikan proyek menjadi salah satu aspek penting dalam kompetisi. Setiap tim harus mampu menjelaskan tujuan aplikasi, proses pengembangan, teknologi yang digunakan, serta dampak yang dapat diberikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, peserta juga diuji melalui sesi tanya jawab dengan panel juri. Mereka harus mampu mempertahankan ide, menjelaskan keputusan pengembangan, serta memberikan respons terhadap masukan yang diberikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Metode penilaian tersebut dirancang untuk melihat kemampuan peserta secara menyeluruh. Kompetisi tidak hanya mencari programmer yang mampu membuat kode, tetapi juga inovator yang dapat memahami kebutuhan pengguna dan mengembangkan solusi teknologi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kompetisi AI Dorong Perkembangan Talenta Digital Muda</p>



<p class="wp-block-paragraph">TDTU Vibe Coding 2026 menunjukkan meningkatnya minat generasi muda terhadap teknologi kecerdasan buatan. Melalui kompetisi semacam ini, siswa dan mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengubah ide kreatif menjadi produk digital yang memiliki manfaat nyata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perkembangan AI saat ini telah membuka peluang baru dalam berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, industri kreatif, hingga pariwisata. Karena itu, kemampuan memahami dan memanfaatkan teknologi AI menjadi salah satu keterampilan penting bagi generasi masa depan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kompetisi pemrograman seperti TDTU Vibe Coding juga memberikan pengalaman langsung bagi peserta dalam menghadapi proses pengembangan teknologi. Mereka belajar menggabungkan kemampuan teknis dengan kreativitas, kerja sama tim, serta kemampuan komunikasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan munculnya berbagai aplikasi inovatif dari kalangan pelajar dan mahasiswa, ajang ini menjadi salah satu langkah dalam membangun ekosistem teknologi yang lebih kuat. Ke depan, karya-karya tersebut berpotensi berkembang menjadi solusi digital yang dapat diterapkan secara lebih luas di masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://www.kompasiana.com/yoserevela/6a56687634777c3b8558c5b2/melihat-ulang-proses-kreatif-menulis-di-era-ai">Melihat Ulang Proses Kreatif Menulis di Era AI</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://brightniche.id/siswa-berkompetisi-kembangkan-aplikasi-ai-kreatif/">Siswa Berkompetisi Kembangkan Aplikasi AI Kreatif</a> appeared first on <a href="https://brightniche.id">brightniche.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://brightniche.id/siswa-berkompetisi-kembangkan-aplikasi-ai-kreatif/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Telkom AI Center Aceh Latih Kreator Optimalkan Konten Medsos</title>
		<link>https://brightniche.id/telkom-ai-center-aceh-latih-kreator-optimalkan-konten-medsos/</link>
					<comments>https://brightniche.id/telkom-ai-center-aceh-latih-kreator-optimalkan-konten-medsos/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2026 14:36:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Alat Desain & AI Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[aceh]]></category>
		<category><![CDATA[konten medsos]]></category>
		<category><![CDATA[kreator]]></category>
		<category><![CDATA[Telkom AI Center]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://brightniche.id/?p=414</guid>

					<description><![CDATA[<p>Telkom AI Center Aceh Tingkatkan Kapasitas Kreator Digital Melalui Pemanfaatan AI untuk Konten Medsos Telkom AI Center Aceh memperkuat pengembangan talenta digital dan ekonomi kreatif daerah melalui kegiatan “Technical Workshop: Social Media Content Optimization with AI”. Kegiatan ini membekali mahasiswa, pelaku usaha, content creator, desainer grafis, dan pegiat media sosial dengan kemampuan memanfaatkan kecerdasan buatan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://brightniche.id/telkom-ai-center-aceh-latih-kreator-optimalkan-konten-medsos/">Telkom AI Center Aceh Latih Kreator Optimalkan Konten Medsos</a> appeared first on <a href="https://brightniche.id">brightniche.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Telkom AI Center Aceh Tingkatkan Kapasitas Kreator Digital Melalui Pemanfaatan AI untuk Konten Medsos</p>



<p class="wp-block-paragraph">Telkom AI Center Aceh memperkuat pengembangan talenta digital dan ekonomi kreatif daerah melalui kegiatan “Technical Workshop: Social Media Content Optimization with AI”. Kegiatan ini membekali mahasiswa, pelaku usaha, content creator, desainer grafis, dan pegiat media sosial dengan kemampuan memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam proses produksi konten digital.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://inet.detik.com/telecommunication/d-8546355/kolaborasi-ai-dan-teknologi-seluler-kunci-anak-muda-makin-kreatif">Kolaborasi AI dan Teknologi Seluler: Kunci Anak Muda Makin Kreatif</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Workshop tersebut berlangsung secara hybrid di Telkom AI Center, Banda Aceh, pada pertengahan Juni 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat kreatif Aceh agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital dan memanfaatkan AI sebagai alat peningkatan produktivitas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Workshop AI Ajarkan Strategi Produksi Konten Digital Lebih Efektif</p>



<p class="wp-block-paragraph">Telkom AI Center Aceh menghadirkan content creator sekaligus desainer grafis Rahmat Ferdiansyah sebagai pemateri utama.&nbsp;<mark>Ia membagikan pengalaman serta strategi penggunaan AI untuk mendukung berbagai tahapan produksi konten.</mark></p>



<p class="wp-block-paragraph">Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pemanfaatan AI mulai dari pencarian ide, penyusunan konsep kreatif, pembuatan desain visual, pengembangan video, pengelolaan konten, hingga penyusunan strategi pemasaran melalui media sosial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan sejumlah platform berbasis AI yang banyak digunakan dalam industri kreatif digital. Beberapa di antaranya adalah Canva, ChatGPT, Notion, serta berbagai aplikasi pendukung untuk membantu proses kreatif dan manajemen pekerjaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rahmat menjelaskan bahwa perkembangan AI telah mengubah pola kerja di industri kreatif. Kreator saat ini dituntut memiliki kemampuan yang semakin luas, mulai dari desain, produksi video, penulisan konten, hingga analisis strategi digital.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><mark>“Di dunia kreatif saat ini, kita sering dituntut menjadi one-man army, menguasai desain, video, copywriting, hingga strategi media sosial.</mark>&nbsp;AI membantu mempercepat banyak proses tersebut sehingga kreator dapat lebih fokus pada ide dan strategi,” ujar Rahmat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui workshop ini, peserta mempelajari bagaimana AI dapat membantu mempercepat proses produksi tanpa menghilangkan peran kreativitas manusia. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk mencari referensi, membuat rancangan awal, menganalisis tren, serta mendukung pengambilan keputusan dalam strategi konten.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemanfaatan AI Tetap Membutuhkan Validasi dan Peran Manusia</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain mengenalkan berbagai manfaat AI, workshop juga menekankan pentingnya pengawasan manusia dalam penggunaan teknologi tersebut. Peserta diberikan pemahaman bahwa hasil dari sistem AI tetap membutuhkan pemeriksaan sebelum digunakan untuk publikasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rahmat menyampaikan bahwa AI memiliki keterbatasan dan dapat menghasilkan informasi atau visual yang kurang tepat. Karena itu, kreator tetap harus melakukan validasi agar konten yang dipublikasikan memiliki kualitas, akurasi, dan kesesuaian dengan nilai merek.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“AI adalah alat bantu yang luar biasa, tetapi kreativitas, pertimbangan, dan validasi manusia tetap tidak dapat digantikan. Kita harus memastikan bahwa setiap konten yang dipublikasikan tetap akurat, relevan, dan sesuai dengan identitas merek,” jelas Rahmat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Materi tersebut menjadi semakin relevan seiring meningkatnya penggunaan AI dalam industri kreatif global. Kreator digital perlu memahami aspek etika, akurasi informasi, serta tanggung jawab dalam menggunakan teknologi agar inovasi tetap berjalan secara berkelanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Strategi Media Sosial Menjadi Fokus Pengembangan Kreator Aceh</p>



<p class="wp-block-paragraph">Workshop juga membahas strategi membangun performa konten di tengah perubahan algoritma berbagai platform media sosial. Peserta mempelajari pentingnya memahami karakter audiens, tren digital, serta pola distribusi konten.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemateri memperkenalkan dua pendekatan utama dalam pengelolaan merek di media sosial. Pendekatan pertama adalah Virality Chaser yang berfokus pada tren dan peluang viral. Pendekatan kedua adalah Brand Purist yang menekankan konsistensi identitas dan nilai merek.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peserta juga mendapatkan wawasan mengenai strategi konten untuk platform seperti Instagram dan TikTok. Materi mencakup pembuatan pembuka konten atau hook yang menarik, pemanfaatan tren, analisis kompetitor, serta evaluasi performa konten.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam sesi diskusi, peserta aktif membahas berbagai topik, seperti kemampuan platform mendeteksi konten berbasis AI, otomatisasi pembuatan konten, hingga strategi penjadwalan publikasi agar lebih efektif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Telkom AI Center Aceh Dorong Pertumbuhan Talenta Digital Berkelanjutan</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai bagian dari praktik langsung, peserta dibagi dalam beberapa kelompok untuk menyusun konsep merek dan strategi media sosial. Hasil kerja tersebut akan dikembangkan menjadi portofolio bersama sebagai bahan pembelajaran dan pengembangan program lanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jurnalis JH, Business and Community Lead Telkom AI Connect Aceh, mengatakan program ini bertujuan melahirkan lebih banyak talenta kreatif yang mampu menggunakan AI secara produktif dan bertanggung jawab.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami ingin mendorong lahirnya lebih banyak talenta kreatif dan content creator di Aceh yang tidak hanya mampu memanfaatkan AI, tetapi juga memahami strategi dan etika dalam penggunaannya. AI harus menjadi alat untuk meningkatkan produktivitas dan kreativitas, bukan menggantikan peran manusia,” ujar Jurnalis JH.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui berbagai kegiatan literasi digital dan pengembangan keterampilan teknologi, Telkom AI Center Aceh berkomitmen memperkuat ekosistem digital di Aceh. Program seperti ini diharapkan mampu membuka peluang baru bagi kreator lokal, pelaku usaha, dan generasi muda untuk bersaing dalam industri kreatif berbasis teknologi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ke depan, peningkatan kemampuan AI, pemasaran digital, dan produksi konten kreatif akan menjadi faktor penting dalam membangun ekonomi digital yang inklusif. Dengan dukungan edukasi yang berkelanjutan, talenta kreatif Aceh dapat berperan lebih besar dalam perkembangan industri digital nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://pwmu.co/rakernas-lsb-pp-muhammadiyah-bahas-peluang-dan-tantangan-seni-di-era-ai/#google_vignette">Rakernas LSB PP Muhammadiyah Bahas Peluang dan Tantangan Seni di Era AI </a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://brightniche.id/telkom-ai-center-aceh-latih-kreator-optimalkan-konten-medsos/">Telkom AI Center Aceh Latih Kreator Optimalkan Konten Medsos</a> appeared first on <a href="https://brightniche.id">brightniche.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://brightniche.id/telkom-ai-center-aceh-latih-kreator-optimalkan-konten-medsos/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Klasterisasi Baru Perkuat Adaptasi AI dan Industri Digital</title>
		<link>https://brightniche.id/klasterisasi-baru-perkuat-adaptasi-ai-dan-industri-digital/</link>
					<comments>https://brightniche.id/klasterisasi-baru-perkuat-adaptasi-ai-dan-industri-digital/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2026 14:29:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Alat Desain & AI Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[adaptasi AI]]></category>
		<category><![CDATA[industri digital]]></category>
		<category><![CDATA[Klasterisasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://brightniche.id/?p=411</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kementerian Ekraf Perluas Menjadi 21 Subsektor untuk Perkuat Adaptasi AI dan Industri Kreatif Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) memperbarui arah pengembangan ekonomi kreatif nasional melalui Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045. Salah satu perubahan utama ialah perluasan cakupan subsektor ekonomi kreatif dari 17 menjadi 21 subsektor. Kebijakan ini dirancang agar sektor ekonomi kreatif lebih [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://brightniche.id/klasterisasi-baru-perkuat-adaptasi-ai-dan-industri-digital/">Klasterisasi Baru Perkuat Adaptasi AI dan Industri Digital</a> appeared first on <a href="https://brightniche.id">brightniche.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Kementerian Ekraf Perluas Menjadi 21 Subsektor untuk Perkuat Adaptasi AI dan Industri Kreatif</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) memperbarui arah pengembangan ekonomi kreatif nasional melalui Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045. Salah satu perubahan utama ialah perluasan cakupan subsektor ekonomi kreatif dari 17 menjadi 21 subsektor. Kebijakan ini dirancang agar sektor ekonomi kreatif lebih siap menghadapi perkembangan kecerdasan buatan (AI), ekonomi hijau, transformasi digital, serta perubahan model bisnis yang terus berkembang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://voi.id/berita/584557/membantu-pengguna-mengenali-dan-memahami-konten-buatan-ai-di-tiktok">Membantu Pengguna Mengenali dan Memahami Konten Buatan AI di TikTok</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Klasterisasi Baru Dorong Ekosistem Ekonomi Kreatif Lebih Adaptif</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah menambahkan empat subsektor baru, yaitu teknologi baru, konten digital, sulih suara, dan modifikasi otomotif. Penambahan tersebut bertujuan mengakomodasi perkembangan teknologi, inovasi berbasis riset, serta munculnya profesi dan industri kreatif baru yang semakin berperan dalam perekonomian nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menjelaskan bahwa Rindekraf 2026–2045 menghadirkan pendekatan baru melalui pengelompokan 21 subsektor ke dalam empat klaster utama. Menurutnya, langkah ini menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran sekaligus memperkuat daya saing pelaku ekonomi kreatif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Rindekraf 2026–2045 menghadirkan struktur ekonomi kreatif yang lebih adaptif melalui pengelompokan 21 subsektor ke dalam empat klaster utama. Langkah ini menjadi fondasi penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, meningkatkan daya saing pelaku usaha, serta mendorong lahirnya inovasi di berbagai daerah,” ujar Teuku Riefky Harsya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Empat klaster tersebut terdiri atas klaster ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya, klaster berbasis desain, klaster berbasis teknologi dan konten digital, serta klaster berbasis media dan distribusi kreatif. Pembagian ini disusun berdasarkan karakteristik usaha, jenis produk, serta aktivitas produksi yang memanfaatkan budaya, ilmu pengetahuan, teknologi, dan digitalisasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Subsektor teknologi baru, konten digital, dan sulih suara ditempatkan dalam klaster berbasis teknologi dan konten digital. Sementara itu, subsektor modifikasi otomotif masuk ke dalam klaster berbasis desain karena menitikberatkan pada inovasi, rekayasa, serta personalisasi produk yang memiliki nilai tambah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Subsektor teknologi baru mencakup berbagai bidang strategis, seperti kecerdasan buatan (AI), blockchain, big data, keamanan siber, serta teknologi digital mutakhir lainnya. Pemerintah menilai bidang-bidang tersebut akan menjadi penggerak penting pertumbuhan ekonomi kreatif pada masa mendatang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain, subsektor konten digital mengakomodasi berkembangnya profesi baru, termasuk kreator konten, afiliator, dan pelaku live commerce. Adapun subsektor sulih suara memberikan ruang bagi layanan voice over yang semakin dibutuhkan dalam industri audiovisual, gim, animasi, hingga produksi konten digital.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Klasterisasi baru juga disiapkan untuk mendukung berbagai transformasi ekonomi yang sedang berlangsung. Selain adaptasi terhadap AI dan teknologi informasi, kebijakan ini memperhatikan perkembangan manufaktur berbasis riset, ekonomi hijau, ekonomi biru, ekonomi sirkular, serta pemanfaatan energi terbarukan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendekatan tersebut memberikan fleksibilitas bagi pemerintah untuk menyesuaikan struktur subsektor seiring kemajuan ilmu pengetahuan, perkembangan teknologi, dinamika industri, dan lahirnya bentuk-bentuk kreativitas baru. Dengan demikian, kebijakan ekonomi kreatif tidak bersifat statis, tetapi dapat berkembang mengikuti kebutuhan zaman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah ini sejalan dengan meningkatnya kontribusi ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, sektor kreatif terus berkembang berkat pertumbuhan ekonomi digital, peningkatan jumlah pelaku usaha kreatif, serta semakin luasnya pemanfaatan platform digital sebagai sarana produksi, distribusi, dan pemasaran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui perluasan menjadi 21 subsektor dan penerapan sistem klaster yang lebih adaptif, Kementerian Ekraf berharap pengembangan ekonomi kreatif berlangsung lebih terarah, inklusif, dan kolaboratif. Kebijakan tersebut juga diharapkan memperkuat ekosistem industri kreatif, meningkatkan daya saing pelaku usaha, serta mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045 melalui ekonomi berbasis inovasi dan kreativitas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://telset.id/news/ai/uji-tanding-meta-ai-vs-chatgpt-dan-nano-banana-2">Uji Tanding Meta AI vs ChatGPT dan Nano Banana 2</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://brightniche.id/klasterisasi-baru-perkuat-adaptasi-ai-dan-industri-digital/">Klasterisasi Baru Perkuat Adaptasi AI dan Industri Digital</a> appeared first on <a href="https://brightniche.id">brightniche.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://brightniche.id/klasterisasi-baru-perkuat-adaptasi-ai-dan-industri-digital/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UMKM Bandung Ikuti Pelatihan Affiliate TikTok</title>
		<link>https://brightniche.id/umkm-bandung-ikuti-pelatihan-affiliate-tiktok/</link>
					<comments>https://brightniche.id/umkm-bandung-ikuti-pelatihan-affiliate-tiktok/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2026 15:12:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Alat Desain & AI Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Affiliate TikTok]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://brightniche.id/?p=408</guid>

					<description><![CDATA[<p>UMKM Binaan Bandung Dapat Pelatihan Affiliate TikTok untuk Perkuat Pemasaran DigitalSun Life Syariah dan BMM Tingkatkan Kapasitas Pelaku UMKM Lewat Program Digital Sun Life Syariah bersama Baitulmaal Muamalat (BMM) kembali memperkuat dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui Program UMKM Naik Kelas. Program ini menghadirkan pelatihan Affiliate TikTok bagi para penerima manfaat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://brightniche.id/umkm-bandung-ikuti-pelatihan-affiliate-tiktok/">UMKM Bandung Ikuti Pelatihan Affiliate TikTok</a> appeared first on <a href="https://brightniche.id">brightniche.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">UMKM Binaan Bandung Dapat Pelatihan Affiliate TikTok untuk Perkuat Pemasaran Digital<br>Sun Life Syariah dan BMM Tingkatkan Kapasitas Pelaku UMKM Lewat Program Digital</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sun Life Syariah bersama Baitulmaal Muamalat (BMM) kembali memperkuat dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui Program UMKM Naik Kelas. Program ini menghadirkan pelatihan Affiliate TikTok bagi para penerima manfaat di Bandung untuk meningkatkan kemampuan pemasaran digital.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://siaran-berita.com/dari-langkah-kecil-menuju-kesuksesan-kisah-perjalanan-ivan-di-dunia-tiktok-affiliate/">Dari Langkah Kecil Menuju Kesuksesan: Kisah Perjalanan Ivan di Dunia TikTok Affiliate</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pelatihan tersebut bertujuan membekali pelaku UMKM dengan strategi promosi berbasis konten serta pemanfaatan fitur affiliate di TikTok. Melalui keterampilan tersebut, peserta diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan peluang penjualan melalui platform digital.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kegiatan berlangsung di Kantor BMM Regional Office Jawa Barat dan diikuti oleh 14 peserta dari 15 penerima manfaat yang telah terpilih. Para peserta berasal dari kelompok UMKM binaan yang ingin mengembangkan strategi pemasaran melalui teknologi digital.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peserta Pelajari Dasar Affiliate TikTok dan Strategi Konten Digital</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum mengikuti materi utama, peserta menjalani pre-test untuk mengukur pemahaman awal mengenai pemasaran digital, penggunaan media sosial, serta konsep dasar Affiliate TikTok.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hasil evaluasi awal tersebut menjadi bahan bagi narasumber untuk menyesuaikan penyampaian materi dengan kebutuhan peserta. Pendekatan ini membantu pelatihan berjalan lebih efektif karena materi dapat disesuaikan dengan tingkat pemahaman masing-masing pelaku UMKM.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam sesi pembelajaran, peserta mendapatkan penjelasan mengenai konsep affiliate marketing, cara mengikuti program Affiliate TikTok, hingga strategi memilih produk yang sesuai dengan karakteristik target pasar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Narasumber juga menjelaskan bahwa keberhasilan pemasaran melalui affiliate tidak hanya bergantung pada jumlah produk yang dipromosikan. Kualitas konten, konsistensi membuat materi promosi, serta kemampuan membangun kepercayaan audiens menjadi faktor penting dalam meningkatkan potensi transaksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Praktik Membuat Konten Promosi untuk Meningkatkan Penjualan</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain memperoleh materi teori, peserta juga mengikuti praktik pembuatan konten promosi menggunakan pendekatan yang sederhana dan mudah diterapkan. Peserta diarahkan membuat konten dengan struktur yang mencakup pengenalan produk, keunggulan produk, serta ajakan bertindak atau call to action.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><mark>Pelatihan juga membahas teknik dasar pembuatan video promosi, mulai dari pengambilan gambar, penyusunan naskah singkat, hingga penggunaan fitur TikTok agar konten lebih menarik bagi calon konsumen.</mark></p>



<p class="wp-block-paragraph">Fasilitator mendampingi peserta selama proses praktik berlangsung. Setiap peserta diberikan tugas membuat konten TikTok yang menampilkan produk usaha masing-masing sebagai bentuk penerapan langsung dari materi yang telah diberikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui praktik tersebut, peserta tidak hanya memahami konsep affiliate marketing, tetapi juga memperoleh pengalaman dalam menciptakan konten yang dapat digunakan untuk mendukung aktivitas penjualan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Program UMKM Naik Kelas Dorong Transformasi Digital Usaha</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pelatihan Affiliate TikTok menjadi bagian dari upaya Sun Life Syariah dan BMM dalam meningkatkan kesiapan UMKM menghadapi perubahan perilaku konsumen di era digital.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemanfaatan platform media sosial dan fitur perdagangan digital semakin penting bagi pelaku usaha karena dapat membantu menjangkau pelanggan lebih luas tanpa bergantung sepenuhnya pada pemasaran konvensional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui program ini, peserta diharapkan mampu mengoptimalkan TikTok Affiliate sebagai salah satu saluran pemasaran yang efektif. Strategi tersebut dapat membantu UMKM meningkatkan visibilitas produk, membangun hubungan dengan pelanggan, serta memperkuat daya saing usaha.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai tahap akhir kegiatan, peserta mengikuti post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman setelah pelatihan. Hasil evaluasi tersebut menjadi bahan penilaian terhadap efektivitas program sekaligus dasar pengembangan kegiatan pendampingan berikutnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan adanya pelatihan berkelanjutan, Sun Life Syariah dan BMM berharap pelaku UMKM binaan di Bandung semakin siap memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://money.kompas.com/read/2026/04/08/100000826/ekonom-indef--affiliate-marketing-di-e-commerce-buka-peluang-penghasilan-baru?page=all">Ekonom INDEF: Affiliate Marketing di E-Commerce Buka Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://brightniche.id/umkm-bandung-ikuti-pelatihan-affiliate-tiktok/">UMKM Bandung Ikuti Pelatihan Affiliate TikTok</a> appeared first on <a href="https://brightniche.id">brightniche.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://brightniche.id/umkm-bandung-ikuti-pelatihan-affiliate-tiktok/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lazada Gandeng Meta Dorong Social Commerce Asia Tenggara</title>
		<link>https://brightniche.id/lazada-gandeng-meta-dorong-social-commerce-asia-tenggara/</link>
					<comments>https://brightniche.id/lazada-gandeng-meta-dorong-social-commerce-asia-tenggara/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2026 15:08:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Alat Desain & AI Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[asia tenggara]]></category>
		<category><![CDATA[Lazada]]></category>
		<category><![CDATA[social commerce]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://brightniche.id/?p=405</guid>

					<description><![CDATA[<p>Lazada Gandeng Meta Perkuat Social Commerce Melalui Program Affiliate PartnershipsKolaborasi Lazada dan Meta Permudah Kreator Menjual Produk di Media Sosial Lazada memperluas strategi social commerce di Asia Tenggara melalui kerja sama dengan Meta dalam program Facebook Affiliate Partnerships. Kolaborasi ini memungkinkan kreator konten di sejumlah negara Asia Tenggara untuk menandai produk Lazada secara langsung dalam [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://brightniche.id/lazada-gandeng-meta-dorong-social-commerce-asia-tenggara/">Lazada Gandeng Meta Dorong Social Commerce Asia Tenggara</a> appeared first on <a href="https://brightniche.id">brightniche.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Lazada Gandeng Meta Perkuat Social Commerce Melalui Program Affiliate Partnerships<br>Kolaborasi Lazada dan Meta Permudah Kreator Menjual Produk di Media Sosial</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lazada memperluas strategi social commerce di Asia Tenggara melalui kerja sama dengan Meta dalam program Facebook Affiliate Partnerships. Kolaborasi ini memungkinkan kreator konten di sejumlah negara Asia Tenggara untuk menandai produk Lazada secara langsung dalam konten Facebook dan memperoleh komisi dari transaksi yang berhasil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<em><strong><a href="https://pegadaian.co.id/artikel/keuangan/cara-daftar-tiktok-affiliate">Pelajari Cara Daftar TikTok Affiliate dan Dapatkan Keuntungan</a></strong></em>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Program tersebut telah tersedia bagi kreator di Singapura, Malaysia, Thailand, Indonesia, Vietnam, dan Filipina. Integrasi dengan Instagram juga direncanakan hadir dalam tahap berikutnya untuk memperluas jangkauan ekosistem afiliasi Lazada.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya peran kreator dalam memengaruhi keputusan belanja digital masyarakat Asia Tenggara. Konsumen kini tidak hanya menemukan produk melalui mesin pencarian atau aplikasi e-commerce, tetapi juga melalui rekomendasi kreator di media sosial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan data industri, video commerce telah menyumbang sekitar 25 persen dari total Gross Merchandise Value (GMV) e-commerce Asia Tenggara. Selain itu, sebanyak 82 persen konsumen di kawasan tersebut pada 2024 membeli produk berdasarkan rekomendasi influencer.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Integrasi Afiliasi Lazada Hadirkan Pengalaman Belanja Lebih Praktis</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum adanya integrasi ini, proses pemasaran afiliasi sering melibatkan beberapa tahapan tambahan. Kreator biasanya perlu membagikan tautan eksternal yang mengarahkan pengguna ke platform lain sebelum transaksi dapat dilakukan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Alur tersebut berpotensi mengurangi tingkat konversi karena konsumen harus berpindah halaman atau aplikasi. Melalui kerja sama Lazada dan Meta, proses penemuan produk hingga pembelian dibuat lebih sederhana dalam satu ekosistem digital.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kreator yang telah memiliki akun afiliasi Lazada dapat menghubungkannya dengan Facebook. Setelah proses aktivasi selesai, mereka dapat memilih produk dari katalog Lazada dan menandainya dalam konten Reels maupun Feed.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika pengguna mengakses produk melalui konten tersebut dan menyelesaikan pembelian di Lazada, kreator akan mendapatkan komisi sesuai dengan ketentuan program. Sistem ini membantu menciptakan pengalaman belanja yang lebih cepat bagi konsumen sekaligus membuka peluang pendapatan baru bagi kreator.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Merek dan Penjual Lazada Mendapatkan Peluang Pasar Lebih Luas</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi merek dan penjual yang berjualan di Lazada, program ini memberikan saluran tambahan untuk meningkatkan visibilitas produk. Kreator dapat membantu memperkenalkan produk kepada audiens yang lebih relevan melalui konten yang lebih personal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Model social commerce memungkinkan konsumen mengenal produk melalui pengalaman yang lebih interaktif. Dibandingkan iklan konvensional, rekomendasi kreator dapat memberikan konteks penggunaan produk yang lebih mudah diterima oleh calon pembeli.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Head of Regional Affiliate Lazada Group, Jared Chan, mengatakan kemitraan dengan Meta bertujuan menciptakan pengalaman belanja yang lebih mudah dari tahap penemuan hingga transaksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Melalui kemitraan dengan Meta, kami ingin membuat pengalaman berbelanja menjadi semakin praktis, mulai dari menemukan produk di Facebook dan Instagram hingga menyelesaikan pembelian di Lazada,” ujar Jared Chan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, integrasi tersebut membantu merek dan penjual menjangkau pelanggan secara lebih efektif. Konsumen juga mendapatkan pengalaman belanja yang lebih nyaman melalui proses yang lebih sederhana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lazada Tingkatkan Investasi pada Ekosistem Creator Commerce</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kerja sama dengan Meta menjadi bagian dari strategi Lazada untuk memperkuat bisnis creator commerce di Asia Tenggara. Perusahaan sebelumnya mengumumkan investasi tahunan sebesar US$100 juta untuk mengembangkan program LazAffiliate pada 2025.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui investasi tersebut, Lazada memberikan berbagai dukungan bagi kreator, merek, dan penjual. Dukungan tersebut mencakup peningkatan komisi, insentif kampanye, voucher yang dipersonalisasi, etalase khusus, serta alat analisis untuk meningkatkan kinerja pemasaran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan tambahan integrasi bersama Affiliate Partnerships Meta, Lazada berharap program afiliasi dapat semakin mudah digunakan dan memberikan hasil yang lebih terukur bagi seluruh pihak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kreator memperoleh peluang monetisasi baru, sementara merek dan penjual dapat memanfaatkan jaringan kreator untuk memperluas jangkauan produk di pasar Asia Tenggara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Cara Kreator Menggunakan Fitur Affiliate Partnerships Lazada</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kreator yang ingin memanfaatkan fitur ini dapat mengikuti beberapa langkah utama. Pertama, pengguna perlu mengaktifkan Professional Mode pada akun Facebook atau Instagram.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, kreator dapat membuka menu Affiliate Partnerships melalui bagian Monetisation. Setelah itu, akun afiliasi Lazada dapat dihubungkan dan proses pendaftaran diselesaikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah akun berhasil terintegrasi, kreator dapat mulai memilih serta menandai produk Lazada dalam konten Facebook. Fitur tersebut juga akan tersedia di Instagram setelah proses integrasi selesai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Social Commerce Menjadi Arah Baru Perdagangan Digital Asia Tenggara</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perkembangan social commerce menunjukkan perubahan perilaku konsumen digital di Asia Tenggara. Masyarakat semakin mengandalkan konten hiburan, ulasan kreator, dan rekomendasi komunitas sebelum melakukan pembelian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kolaborasi Lazada dan Meta memperlihatkan upaya platform e-commerce untuk beradaptasi dengan tren tersebut. Dengan menggabungkan kekuatan marketplace dan media sosial, perusahaan berupaya menciptakan pengalaman belanja yang lebih terhubung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ke depan, persaingan industri e-commerce Asia Tenggara diperkirakan semakin bergeser ke kemampuan perusahaan membangun ekosistem digital yang menghubungkan kreator, merek, penjual, dan konsumen dalam satu pengalaman yang efisien.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://www.kompas.id/artikel/peluang-affiliate-marketing-antara-harapan-dan-kenyataan">Peluang ”Affiliate Marketing”, antara Harapan dan Kenyataan</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://brightniche.id/lazada-gandeng-meta-dorong-social-commerce-asia-tenggara/">Lazada Gandeng Meta Dorong Social Commerce Asia Tenggara</a> appeared first on <a href="https://brightniche.id">brightniche.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://brightniche.id/lazada-gandeng-meta-dorong-social-commerce-asia-tenggara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PHK Microsoft Pangkas 50% Karyawan id Software</title>
		<link>https://brightniche.id/phk-microsoft-pangkas-50-karyawan-id-software/</link>
					<comments>https://brightniche.id/phk-microsoft-pangkas-50-karyawan-id-software/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jul 2026 09:18:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Software Manajemen Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[Karyawa]]></category>
		<category><![CDATA[Microsoft]]></category>
		<category><![CDATA[PHK]]></category>
		<category><![CDATA[software]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://brightniche.id/?p=402</guid>

					<description><![CDATA[<p>PHK Microsoft Berdampak pada id Software, Separuh Karyawan Dilaporkan Terdampak Microsoft kembali melakukan restrukturisasi di sektor game yang berdampak pada sejumlah studio di bawah ekosistem Xbox. Salah satu yang terkena dampak adalah id Software, pengembang di balik waralaba gim populer seperti Doom dan Quake, dengan laporan menyebut sekitar 50 persen karyawan studio tersebut terdampak pemutusan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://brightniche.id/phk-microsoft-pangkas-50-karyawan-id-software/">PHK Microsoft Pangkas 50% Karyawan id Software</a> appeared first on <a href="https://brightniche.id">brightniche.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">PHK Microsoft Berdampak pada id Software, Separuh Karyawan Dilaporkan Terdampak</p>



<p class="wp-block-paragraph">Microsoft kembali melakukan restrukturisasi di sektor game yang berdampak pada sejumlah studio di bawah ekosistem Xbox. Salah satu yang terkena dampak adalah id Software, pengembang di balik waralaba gim populer seperti Doom dan Quake, dengan laporan menyebut sekitar 50 persen karyawan studio tersebut terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://sumbawanews.com/serba-serbi/tekno/oxygenos-dan-realme-ui-dilebur-ke-coloros-oppo-satukan-platform-software/">OxygenOS dan Realme UI Dilebur ke ColorOS, Oppo Satukan Platform Software</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Laporan mengenai PHK di id Software pertama kali muncul dari Game Developer pada Juli 2026. Kebijakan tersebut disebut menjadi bagian dari pengurangan tenaga kerja yang lebih luas di divisi Xbox setelah Microsoft melakukan penyesuaian struktur bisnisnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski Microsoft maupun id Software belum memberikan pernyataan resmi terkait jumlah karyawan yang terdampak, mantan anggota tim id Software, Michael Maynard, menyampaikan melalui LinkedIn bahwa sekitar setengah dari staf studio telah kehilangan pekerjaannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan informasi dari salah satu sumber Game Developer, jumlah tersebut diperkirakan mencapai sekitar 90 posisi. Namun, belum ada informasi rinci mengenai departemen mana yang mengalami pengurangan terbesar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Restrukturisasi Xbox Menjadi Bagian dari Strategi Efisiensi Microsoft</p>



<p class="wp-block-paragraph">PHK di id Software terjadi setelah Microsoft mengumumkan restrukturisasi besar di sektor gaming. Langkah tersebut mencakup pengurangan tenaga kerja di sejumlah unit Xbox dan studio pengembang yang berada di bawah perusahaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Microsoft sebelumnya melakukan berbagai efisiensi operasional meskipun tetap meningkatkan investasi pada industri game dan teknologi. Penyesuaian ini dilakukan sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk memfokuskan sumber daya pada proyek dan waralaba yang dianggap memiliki potensi pertumbuhan tinggi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Id Software sendiri berada di bawah naungan ZeniMax Media, perusahaan induk yang diakuisisi Microsoft pada 2021. Selain id Software, ZeniMax juga menaungi sejumlah studio besar seperti Bethesda Game Studios yang mengembangkan waralaba The Elder Scrolls dan Fallout.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut laporan Bloomberg, strategi baru Xbox akan lebih memprioritaskan pengembangan waralaba utama milik ZeniMax. Beberapa seri yang menjadi fokus antara lain The Elder Scrolls, Fallout, Wolfenstein, dan Doom.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perubahan arah tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan pengurangan tenaga kerja di sejumlah studio. Namun, Microsoft belum menjelaskan hubungan langsung antara strategi bisnis tersebut dengan PHK yang terjadi di id Software.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Serikat Pekerja CWA Soroti Dampak PHK di id Software</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti beberapa studio lain dalam ekosistem Xbox, karyawan id Software telah membentuk serikat pekerja bersama Communications Workers of America (CWA). Serikat tersebut sebelumnya memperoleh pengakuan melalui perjanjian netralitas tenaga kerja antara Microsoft dan CWA.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, hingga saat ini pekerja id Software disebut belum mencapai kesepakatan kontrak pertama dengan perusahaan. Kondisi tersebut menjadi perhatian serikat pekerja setelah terjadinya gelombang PHK.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Presiden CWA Claude Cummings Jr. menyatakan bahwa Microsoft dinilai memperlambat proses negosiasi dengan pekerja. Ia menilai kondisi tersebut membuat anggota serikat belum memperoleh perlindungan penuh melalui perjanjian kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wakil Presiden CWA Distrik 2-13 Mike Davis juga menyampaikan bahwa pihaknya akan mendorong proses perundingan segera terkait kompensasi, pesangon, dan perlindungan bagi pekerja yang terdampak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Situasi ini menunjukkan meningkatnya perhatian terhadap perlindungan tenaga kerja di industri game. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah perusahaan teknologi dan pengembang gim melakukan PHK akibat perubahan kondisi pasar dan meningkatnya biaya produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masa Depan Proyek Doom dan id Software Jadi Perhatian Gamer</p>



<p class="wp-block-paragraph">Id Software merupakan salah satu studio paling berpengaruh dalam sejarah industri gim. Studio tersebut dikenal sebagai pionir genre first-person shooter (FPS) melalui seri Doom yang pertama kali dirilis pada 1990-an.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam beberapa tahun terakhir, id Software tetap aktif mengembangkan waralaba tersebut. Studio ini meluncurkan Doom: The Dark Ages pada 2025 dan melanjutkan dukungan terhadap gim tersebut melalui konten tambahan pada 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">PHK besar yang menimpa studio tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap proyek mendatang. Pengurangan jumlah tenaga kerja berpotensi memengaruhi jadwal produksi, kapasitas pengembangan, maupun strategi kreatif studio.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski demikian, belum ada informasi resmi mengenai pembatalan proyek atau perubahan jadwal rilis akibat restrukturisasi tersebut. Penggemar masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari Microsoft dan id Software mengenai arah pengembangan waralaba mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Industri Game Menghadapi Tekanan Efisiensi Global</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kasus PHK di id Software mencerminkan tantangan yang sedang dihadapi industri game secara global. Setelah mengalami pertumbuhan besar selama beberapa tahun, banyak perusahaan kini melakukan penyesuaian biaya akibat meningkatnya anggaran pengembangan gim dan perubahan perilaku pasar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perusahaan besar mulai lebih selektif dalam menentukan proyek yang mendapatkan investasi. Fokus terhadap waralaba utama menjadi strategi yang banyak digunakan untuk menjaga stabilitas bisnis di tengah persaingan industri yang semakin ketat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Microsoft, pengurangan tenaga kerja di Xbox menjadi bagian dari upaya menyeimbangkan investasi teknologi dengan efisiensi operasional. Sementara bagi pekerja industri game, kondisi ini memperkuat pentingnya perlindungan tenaga kerja dan peran organisasi pekerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ke depan, perkembangan id Software akan menjadi perhatian komunitas gim global. Para penggemar berharap perubahan internal tersebut tidak mengurangi kualitas karya studio yang selama puluhan tahun telah memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan genre FPS.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://pluang.com/news-feed/perangkat-lunak-didorong-ai-peluang-beli-msft-now-pltr">Platform software berbasis AI seperti Microsoft, ServiceNow, dan Palantir diprediksi tumbuh laba kuat.</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://brightniche.id/phk-microsoft-pangkas-50-karyawan-id-software/">PHK Microsoft Pangkas 50% Karyawan id Software</a> appeared first on <a href="https://brightniche.id">brightniche.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://brightniche.id/phk-microsoft-pangkas-50-karyawan-id-software/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Microsoft Pangkas Biaya AI di Produk Software</title>
		<link>https://brightniche.id/microsoft-pangkas-biaya-ai-di-produk-software/</link>
					<comments>https://brightniche.id/microsoft-pangkas-biaya-ai-di-produk-software/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jul 2026 09:12:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Software Manajemen Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[ai]]></category>
		<category><![CDATA[Microsoft]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[software]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://brightniche.id/?p=399</guid>

					<description><![CDATA[<p>Microsoft Uji Model AI Internal untuk Kurangi Ketergantungan pada OpenAI dan Anthropic Microsoft mulai memperluas penggunaan model kecerdasan buatan (AI) buatannya sendiri untuk sejumlah produk software, termasuk Excel dan Outlook. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk mengendalikan biaya operasional AI yang terus meningkat seiring tingginya permintaan layanan berbasis teknologi tersebut. Perusahaan teknologi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://brightniche.id/microsoft-pangkas-biaya-ai-di-produk-software/">Microsoft Pangkas Biaya AI di Produk Software</a> appeared first on <a href="https://brightniche.id">brightniche.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Microsoft Uji Model AI Internal untuk Kurangi Ketergantungan pada OpenAI dan Anthropic</p>



<p class="wp-block-paragraph">Microsoft mulai memperluas penggunaan model kecerdasan buatan (AI) buatannya sendiri untuk sejumlah produk software, termasuk Excel dan Outlook. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk mengendalikan biaya operasional AI yang terus meningkat seiring tingginya permintaan layanan berbasis teknologi tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat itu disebut telah menjalankan sebagian aktivitas AI pada kedua aplikasi tersebut menggunakan model internal bernama MAI. Peralihan ini memungkinkan Microsoft mengurangi ketergantungan terhadap model AI eksternal dari OpenAI dan Anthropic yang sebelumnya banyak digunakan dalam ekosistem produknya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://id.investing.com/news/analyst-ratings/bofa-naikkan-target-harga-saham-ibm-ke-330-berkat-kekuatan-software-93CH-3008364">BofA naikkan target harga saham IBM ke $330 berkat kekuatan software</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penggunaan model internal masih mencakup sebagian aktivitas AI Microsoft. Namun, langkah tersebut menunjukkan upaya perusahaan untuk membangun kemampuan AI mandiri sekaligus menjaga efisiensi biaya dalam jangka panjang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Microsoft Mulai Alihkan Sebagian Beban AI ke Model MAI</p>



<p class="wp-block-paragraph">Microsoft menggunakan teknologi AI dalam berbagai layanan, termasuk asisten digital Copilot yang terintegrasi dengan produk produktivitas seperti Microsoft 365. Layanan tersebut membutuhkan kapasitas komputasi besar karena memproses jutaan permintaan pengguna melalui model bahasa besar atau large language model (LLM).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selama ini, Microsoft banyak memanfaatkan teknologi dari OpenAI melalui kerja sama strategis yang telah berlangsung selama beberapa tahun. Kemitraan tersebut memberikan akses bagi Microsoft terhadap model AI canggih dengan skema biaya yang lebih kompetitif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, meningkatnya penggunaan AI membuat biaya komputasi menjadi perhatian utama bagi perusahaan teknologi. Pengembangan model internal dinilai dapat menjadi solusi untuk mengurangi pengeluaran sekaligus memberikan kontrol lebih besar terhadap teknologi yang digunakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><mark>Menurut laporan Bloomberg, yang mengutip sumber yang mengetahui proses pengembangan tersebut, Excel dan Outlook sebelumnya lebih banyak menggunakan model AI dari OpenAI dan Anthropic.</mark>&nbsp;Kini, sebagian permintaan pengguna mulai dialihkan ke model MAI milik Microsoft.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski demikian, model internal tersebut belum menggantikan seluruh penggunaan AI eksternal. Microsoft masih mengombinasikan berbagai model untuk memenuhi kebutuhan layanan yang berbeda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Strategi Efisiensi AI Jadi Fokus Microsoft</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala AI Microsoft, Mustafa Suleyman, sebelumnya menyampaikan bahwa perusahaan tengah berupaya meningkatkan penggunaan teknologi internal untuk menekan biaya layanan AI dari pihak ketiga.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><mark>Suleyman menyebut biaya penggunaan model AI eksternal menjadi salah satu faktor yang mendorong perusahaan mempercepat pengembangan sistem sendiri.</mark>&nbsp;Menurutnya, pengurangan ketergantungan terhadap penyedia AI lain dapat membantu Microsoft mengelola pengeluaran secara lebih efisien.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami membayar banyak uang untuk Anthropic — jadi target kami adalah mengurangi bahkan menghilangkan biaya itu sama sekali,&#8221; ujar Suleyman dalam pernyataannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa efisiensi biaya menjadi salah satu pertimbangan utama Microsoft dalam mengembangkan model AI internal. Selain aspek finansial, strategi ini juga memberikan perusahaan fleksibilitas dalam menentukan arah pengembangan teknologi AI.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah tersebut mengikuti sejumlah kebijakan penghematan yang dilakukan Microsoft dalam beberapa waktu terakhir. Perusahaan tetap meningkatkan investasi besar pada infrastruktur AI, tetapi secara bersamaan berusaha mengoptimalkan pengeluaran operasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengembangan AI Internal Berjalan di Tengah Investasi Besar</p>



<p class="wp-block-paragraph">Industri teknologi saat ini berlomba membangun kemampuan AI sendiri karena permintaan terhadap layanan kecerdasan buatan terus meningkat. Perusahaan seperti Microsoft, Google, dan berbagai pemain teknologi lainnya mengembangkan model internal untuk mengurangi ketergantungan terhadap penyedia teknologi eksternal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Microsoft, pengembangan model MAI menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi perusahaan dalam persaingan AI global. Dengan memiliki model sendiri, Microsoft dapat mengatur biaya, meningkatkan integrasi produk, serta mempercepat pengembangan fitur baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski mengembangkan teknologi internal, Microsoft tetap memiliki hubungan erat dengan OpenAI. Kedua perusahaan sebelumnya menjalin kerja sama strategis dalam pengembangan dan penggunaan teknologi AI.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain, perubahan strategi AI Microsoft juga terjadi bersamaan dengan langkah efisiensi di berbagai unit bisnis. Perusahaan melakukan penyesuaian biaya operasional meskipun tetap mengalokasikan investasi besar untuk pusat data, infrastruktur komputasi, dan pengembangan AI.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Microsoft Cari Keseimbangan Antara Inovasi dan Efisiensi</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peralihan sebagian layanan Excel dan Outlook ke model AI internal menunjukkan perubahan pendekatan Microsoft dalam mengelola teknologi kecerdasan buatan. Perusahaan tidak hanya mengejar kemampuan model yang semakin canggih, tetapi juga memperhitungkan keberlanjutan biaya penggunaan AI.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ke depan, penggunaan model internal seperti MAI kemungkinan akan semakin diperluas apabila mampu memenuhi kebutuhan pengguna dengan tingkat performa yang kompetitif. Strategi tersebut dapat membantu Microsoft mempertahankan pertumbuhan layanan AI tanpa menghadapi peningkatan biaya yang terlalu besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan meningkatnya persaingan industri AI, kemampuan perusahaan dalam mengembangkan teknologi sendiri akan menjadi faktor penting. Microsoft kini berupaya membangun ekosistem AI yang lebih mandiri sambil tetap memanfaatkan kerja sama strategis dengan mitra teknologi lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://teknologi.bisnis.com/read/20260707/280/1986324/sennheiser-getol-inovasi-baru-rilis-audio-nirkabel-berbasis-software">Sennheiser Getol Inovasi Baru, Rilis Audio Nirkabel Berbasis Software</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://brightniche.id/microsoft-pangkas-biaya-ai-di-produk-software/">Microsoft Pangkas Biaya AI di Produk Software</a> appeared first on <a href="https://brightniche.id">brightniche.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://brightniche.id/microsoft-pangkas-biaya-ai-di-produk-software/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
