BI Sumbar Dorong UMKM Manfaatkan AI di SCF 2026
Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Barat mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mengembangkan bisnis. Edukasi tersebut berlangsung melalui Creative Economy Talks dalam rangkaian Sumbar Creative Economy Festival (SCF) 2026.
Baca Juga “Telkom AI Center Malang Dukung Pengembangan Kapabilitas AI melalui AI for Everyone Batch 27“
Kegiatan mengangkat tema “AI Product Photoshoot for UMKM: Create Easier, Grow Faster”. Sesi tersebut menghadirkan Bhaotsudanco sebagai narasumber untuk memberikan pemahaman praktis mengenai penggunaan AI dalam mendukung kebutuhan bisnis dan ekonomi kreatif.
Peserta mempelajari cara menyusun prompt yang jelas dan terperinci. Materi juga membahas pengolahan hasil AI menggunakan aplikasi digital lain untuk menghasilkan materi visual yang lebih sesuai dengan kebutuhan pemasaran.
Creative Economy Talks Kenalkan AI untuk Foto Produk UMKM
Pemanfaatan AI dalam pembuatan foto produk menjadi salah satu fokus pembahasan. Teknologi tersebut dapat membantu pelaku UMKM menghasilkan materi promosi secara lebih praktis.
Narasumber menjelaskan bahwa kualitas keluaran AI sangat dipengaruhi instruksi yang diberikan pengguna. Karena itu, pelaku usaha perlu menyusun prompt dengan tujuan, detail visual, dan kebutuhan hasil yang jelas.
“Jangan semua dibuat di ChatGPT. Kita harus membuat prompt yang benar dan detail. Output-nya tetap digabungkan dengan aplikasi lain agar hasilnya luar biasa,” ujar narasumber.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan AI tidak berhenti pada satu aplikasi. Pelaku UMKM dapat mengombinasikan beberapa perangkat digital untuk menyempurnakan hasil sesuai karakter produk dan kebutuhan komunikasi bisnis.
Kemampuan Menyusun Prompt Jadi Bagian Penting
Narasumber menekankan bahwa keterampilan AI tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memberikan perintah kepada aplikasi. Pengguna harus memahami tujuan akhir sebelum menyusun instruksi.
Pelaku UMKM perlu menentukan informasi yang ingin ditampilkan, gaya visual yang sesuai, serta karakter produk yang harus dipertahankan. Setelah AI menghasilkan materi, pengguna juga perlu mengevaluasi dan mengedit hasilnya.
Kemampuan tersebut penting karena AI dapat menghasilkan keluaran yang tidak selalu sesuai dengan kebutuhan pengguna. Proses pemeriksaan dan penyuntingan tetap diperlukan agar materi promosi akurat dan relevan dengan produk yang ditawarkan.
Pendekatan ini juga mendorong pelaku usaha tetap mengandalkan kreativitas manusia. AI berfungsi sebagai alat bantu untuk mempercepat proses dan mengeksplorasi ide.
Peserta Antusias Bahas Pemanfaatan AI
Materi mengenai AI mendapat respons positif dari peserta Creative Economy Talks. Peserta aktif mengajukan pertanyaan mengenai penerapan teknologi dalam aktivitas usaha dan pekerjaan sehari-hari.
Beberapa peserta mengeksplorasi pemanfaatan AI untuk membuat konten dan materi visual. Diskusi juga membahas cara menggunakan teknologi tersebut agar dapat mendukung strategi pemasaran produk UMKM.
Pemanfaatan AI berpotensi membantu pelaku usaha menghemat waktu dalam proses kreatif. Teknologi juga dapat membuka lebih banyak alternatif visual ketika pelaku UMKM menyiapkan materi promosi.
Namun, hasil akhir tetap membutuhkan penilaian manusia. Pelaku usaha harus memastikan materi yang digunakan sesuai dengan identitas produk dan tidak menyesatkan konsumen.
BI Ingatkan Pentingnya Keamanan Data
Di tengah peluang pemanfaatan AI, peserta juga mendapat pengingat mengenai keamanan dan privasi data. Pengguna disarankan tidak memasukkan informasi pribadi atau data sensitif ke platform AI secara sembarangan.
Kesadaran terhadap keamanan informasi menjadi semakin penting ketika pelaku UMKM menggunakan berbagai layanan digital. Data pelanggan, informasi transaksi, dan dokumen internal usaha perlu dikelola dengan hati-hati.
Narasumber juga mengingatkan pentingnya mempertahankan kemampuan berpikir kritis ketika menggunakan AI.
“Penggunaan AI harus tetap diiringi kreativitas dan kemampuan berpikir kritis. AI merupakan alat bantu, bukan pengganti proses berpikir manusia,” paparnya.
SCF 2026 Angkat Potensi Ekonomi Kreatif Sumbar
Creative Economy Talks menjadi bagian dari SCF 2026 yang mengangkat berbagai subsektor ekonomi kreatif. Program tersebut mencakup pembahasan mengenai wastra, gastronomi, green creative, dan ekonomi digital.
Melalui kegiatan tersebut, BI Sumbar mempertemukan pelaku UMKM, komunitas kreatif, mahasiswa, dan masyarakat dengan perkembangan teknologi. Edukasi diarahkan agar peserta tidak hanya mengenal AI, tetapi juga memahami penggunaannya secara bertanggung jawab.
Pemanfaatan teknologi menjadi semakin relevan bagi UMKM karena pemasaran digital membutuhkan konten yang menarik dan konsisten. AI dapat menjadi salah satu alat pendukung, terutama untuk mempercepat eksplorasi ide dan produksi materi kreatif.
BI Dorong UMKM Naik Kelas melalui Teknologi
BI Sumbar berharap pemanfaatan AI dapat membantu UMKM meningkatkan kualitas materi promosi dan memperluas jangkauan pemasaran. Kolaborasi antara teknologi dan kreativitas manusia dinilai dapat membuka peluang baru bagi pelaku usaha.
Pendekatan tersebut sejalan dengan upaya mendorong UMKM agar tidak hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memperkuat aspek bisnis. Strategi pemasaran, efisiensi kerja, dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi menjadi bagian penting dalam menghadapi ekonomi digital.
SCF 2026 berlangsung pada 28–30 Agustus 2026 di Hotel Pangeran Beach, Padang. Masyarakat dapat mengikuti rangkaian kegiatan secara gratis pada pukul 08.30–18.00 WIB.
Melalui semangat “Dari Nagari untuk Negeri”, BI Sumbar mendorong kolaborasi berbagai pihak untuk memperkuat UMKM. Pemanfaatan AI diharapkan membantu pelaku usaha mengembangkan produk, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing secara berkelanjutan.
Baca Juga “AI Dorong Transformasi Industri Budaya dan Kreatif, Forum Hiburan Digital 2026 Digelar di Hong Kong“