Unsoed Dorong Pemanfaatan AI untuk Perkuat Ekonomi Kreatif Desa Pandak
Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto mendorong masyarakat Desa Pandak, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mengembangkan ekonomi kreatif dan pariwisata.
Baca Juga “Benarkah Masa Depan Industri Kreatif di Tangan AI? Ini Kata Wamen Ekraf Irene Umar“
Unsoed menjalankan upaya tersebut melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Pendukung Smart Village Batch III 2026. Program bertajuk “Inisiasi Smart Village di Desa Pandak” itu berfokus pada peningkatan kompetensi perangkat desa dan organisasi lokal dalam menggunakan teknologi AI.
Kegiatan berlangsung di Balai Desa Pandak, Kecamatan Baturraden, Banyumas. Pelatihan menggabungkan penyampaian materi dengan praktik langsung agar peserta dapat memahami penggunaan teknologi secara aplikatif.
Unsoed Bangun Kompetensi Digital Masyarakat Desa
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Pusat Kajian Ekonomi Kreatif dan Pariwisata LPPM Unsoed, Siti Zulaika Wulandari, mengatakan program tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menggunakan teknologi digital.
Menurut Zulaika, penguasaan teknologi menjadi salah satu bagian penting dalam inisiasi Smart Village. Desa Pandak diharapkan mampu membangun kompetensi masyarakat agar lebih siap memanfaatkan teknologi untuk kebutuhan pemerintahan dan ekonomi.
“Desa Pandak diharapkan menjadi salah satu desa yang smart, artinya mempunyai kompetensi atau kemampuan dalam penggunaan teknologi digital,” ujar Zulaika.
Program tersebut menyasar kelompok masyarakat dengan kebutuhan digital yang beragam. Peserta terdiri atas perangkat desa, organisasi lokal, kelompok wanita tani, karang taruna, pelaku UMKM, serta warga yang tertarik memanfaatkan teknologi digital.
Peserta Praktik Menggunakan ChatGPT dan Gemini
Dalam pelatihan, peserta diperkenalkan dengan sejumlah aplikasi AI, termasuk ChatGPT dan Gemini. Tim Unsoed tidak hanya memberikan penjelasan mengenai teknologi tersebut, tetapi juga mengajak peserta melakukan praktik langsung.
Peserta mempelajari pemanfaatan AI untuk mendukung pekerjaan administratif dan mencari ide pengembangan usaha. Teknologi tersebut juga diperkenalkan untuk membantu pembuatan desain serta materi komunikasi.
Bagi perangkat desa, AI dapat membantu mempercepat sejumlah pekerjaan administratif. Pemanfaatannya diharapkan dapat membuat proses penyusunan berbagai kebutuhan komunikasi dan dokumen menjadi lebih efisien.
Sementara itu, organisasi lokal dapat menggunakan AI untuk mengembangkan gagasan kegiatan. Teknologi tersebut juga dapat membantu penyusunan proposal pendanaan atau pengajuan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
AI Bantu UMKM Kembangkan Desain dan Kemasan
Pelaku UMKM menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian dalam pelatihan. Unsoed memperkenalkan AI sebagai alat bantu untuk mengembangkan ide dan materi promosi produk.
Zulaika mencontohkan penggunaan AI untuk membuat desain kemasan atau menentukan konsep packaging. Pemanfaatan tersebut dapat membantu pelaku usaha mengembangkan identitas produk secara lebih kreatif.
“Pelaku UMKM juga dapat memanfaatkan AI untuk mengembangkan usahanya, misalnya membuat desain kemasan atau menentukan konsep packaging,” katanya.
Pemanfaatan AI tidak menggantikan peran pelaku usaha dalam mengambil keputusan. Teknologi tersebut lebih tepat digunakan sebagai alat bantu untuk menghasilkan ide dan mempercepat proses kreatif.
Pendekatan tersebut relevan bagi UMKM yang mulai mengembangkan pemasaran secara digital. Konten visual, informasi produk, dan komunikasi yang menarik dapat membantu memperkenalkan produk kepada calon konsumen yang lebih luas.
Digitalisasi Dukung Potensi Pariwisata Desa Pandak
Selain ekonomi kreatif, program Unsoed juga mengarahkan pemanfaatan teknologi untuk mendukung potensi pariwisata Desa Pandak.
Masyarakat dapat menggunakan keterampilan digital untuk memperkenalkan potensi desa melalui berbagai materi komunikasi. Pemanfaatan AI dapat membantu proses pencarian ide, penyusunan materi, dan pengembangan konten promosi.
Zulaika berharap pemanfaatan teknologi tersebut dapat membantu Desa Pandak mengoptimalkan potensi ekonomi kreatif dan pariwisata. Masyarakat juga diharapkan semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
Kemampuan tersebut dapat menjadi modal penting dalam membangun ekosistem Smart Village. Pemerintah desa dan organisasi lokal dapat memanfaatkan teknologi sesuai kebutuhan masing-masing.
LPPM Unsoed Buka Peluang Sertifikasi Digital
Program pengabdian tersebut berlangsung selama satu hari dengan materi dan praktik langsung. LPPM Unsoed juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengikuti sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Sertifikasi tersebut mencakup skema digital marketing dan content creator. Kesempatan ini dapat menjadi pelengkap bagi masyarakat yang ingin memperkuat kompetensi digital secara lebih terstruktur.
Tim pengabdian terdiri atas Weni Novandari, Retno Kurniasi, Danang Nur Cahyo, Dicky Satria Ramadhan, dan Nanda Rahayu Haryadi.
Keterlibatan tim dari pusat kajian ekonomi kreatif dan pariwisata menunjukkan bahwa program tidak hanya berfokus pada pengenalan teknologi. Pendekatan juga diarahkan pada pemanfaatan AI untuk kebutuhan ekonomi dan pengembangan potensi lokal.
Pemerintah Desa Sambut Pelatihan AI untuk UMKM
Sekretaris Desa Pandak Sunarno menyambut positif pelatihan yang diberikan Unsoed. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru mengenai penggunaan AI bagi berbagai kelompok di desa.
Kelompok yang dapat memanfaatkan keterampilan tersebut antara lain UMKM, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), BUMDes, pemerintah desa, perangkat desa, dan kader PKK.
Sunarno menilai keterampilan digital dapat membantu masyarakat mengembangkan kreativitas. Kemampuan tersebut juga dapat digunakan untuk memperkenalkan produk UMKM dan potensi wisata Desa Pandak.
“Selama ini UMKM sudah biasa memproduksi, tetapi secara daring belum optimal,” ujar Sunarno.
Menurutnya, pelatihan dapat membantu masyarakat membuat desain dan konten untuk memperkenalkan produk serta potensi desa kepada audiens yang lebih luas.
AI Jadi Alat Pendukung Transformasi Digital Desa
Pelatihan Unsoed di Desa Pandak memperlihatkan bahwa pemanfaatan AI dapat diarahkan pada kebutuhan praktis masyarakat. Teknologi tersebut dapat membantu pekerjaan administrasi, pengembangan ide usaha, pembuatan konten, hingga promosi produk dan potensi wisata.
Namun, pemanfaatan AI perlu berjalan bersama peningkatan kemampuan digital masyarakat. Pemahaman terhadap verifikasi informasi, keamanan data, serta penggunaan AI secara bertanggung jawab juga menjadi bagian penting dalam proses digitalisasi.
Bagi Desa Pandak, peningkatan kapasitas tersebut dapat menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem Smart Village. Pemerintah desa, pelaku UMKM, organisasi lokal, dan masyarakat dapat mengembangkan pemanfaatan teknologi sesuai kebutuhan masing-masing.
Ke depan, keberlanjutan program dan penerapan keterampilan setelah pelatihan akan menjadi faktor penting. Jika kemampuan tersebut terus dipraktikkan, AI berpotensi menjadi salah satu alat pendukung pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis potensi lokal Desa Pandak.
Baca Juga “Kemenekraf Dorong Pemanfaatan Human-Centric AI demi Jaga Kreativitas Manusia“