AI Makin Terjangkau, Kreativitas Manusia Jadi Nilai Utama
Teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) diperkirakan akan semakin murah dan mudah diakses masyarakat. Penurunan biaya serta peningkatan efisiensi teknologi menjadi faktor yang mendorong perluasan penggunaan AI pada masa mendatang.
Baca Juga “Dilema AI: Inefisiensi Anggaran dan Ancaman Cognitive Offloading dalam Industri Kreatif“
Pandangan tersebut disampaikan CTO sekaligus Co-Founder StratAlliance Global Maxwell Scott dalam kegiatan Sharing Best Practices on AI Governance and Smart City Innovation di Surabaya, Kamis, 10 September 2026.
Kegiatan bertajuk “Navigating Frontier Tech: Policy, Procurement, and Responsible AI Architecture” tersebut membahas perkembangan teknologi, tata kelola, pengadaan, serta penerapan AI secara bertanggung jawab.
Penurunan Biaya Buka Akses AI Lebih Luas
Maxwell menilai AI tidak akan selamanya menjadi teknologi mahal yang hanya dapat dimanfaatkan kelompok tertentu. Perkembangan teknologi dan peningkatan efisiensi akan membuat akses terhadap AI semakin luas.
Menurutnya, semakin banyak pihak menggunakan dan mengembangkan teknologi AI, semakin besar pula peluang untuk menekan biaya penggunaannya.
“Saya pikir, seiring berjalannya waktu dan teknologi ini makin berkembang serta makin mudah diakses oleh lebih banyak orang, biayanya akan turun dan semakin banyak orang yang dapat menggunakannya serta mengambil manfaat darinya,” ujar Maxwell.
Maxwell juga menekankan pentingnya pemerataan manfaat teknologi. Ia berharap perkembangan AI dapat memberikan dampak positif kepada mayoritas masyarakat, bukan hanya terkonsentrasi pada segelintir kelompok yang memiliki sumber daya besar.
Efisiensi Teknologi Diperkirakan Tekan Harga AI
Maxwell mengaitkan prospek penurunan harga AI dengan pola perkembangan teknologi yang selama ini meningkatkan kemampuan komputasi sekaligus efisiensinya.
Ia merujuk pada Hukum Moore sebagai salah satu gambaran mengenai perkembangan teknologi komputasi. Prinsip tersebut secara historis menggambarkan peningkatan jumlah transistor dalam sirkuit terpadu dalam periode tertentu.
Menurut Maxwell, perkembangan AI juga mendorong pencarian metode yang lebih efisien. Penggunaan teknologi dalam skala lebih besar dapat membuka peluang untuk menghasilkan sistem dengan biaya yang semakin terjangkau.
“Seiring dengan ekspansi kita terhadap teknologi ini dan terus menggunakannya, kita akan menemukan cara-cara untuk membuatnya lebih efisien dan lebih terjangkau,” kata Maxwell.
Efisiensi tersebut dinilai dapat memperluas akses terhadap teknologi. Masyarakat, pelaku usaha, institusi pendidikan, dan organisasi pemerintahan berpotensi memperoleh manfaat dari AI dengan hambatan biaya yang lebih rendah.
AI Mudahkan Akses Informasi dan Pembelajaran
Maxwell melihat perkembangan AI tidak hanya berkaitan dengan efisiensi biaya. Teknologi ini juga berpotensi mengubah cara masyarakat memperoleh informasi, mempelajari pengetahuan, dan menghasilkan karya.
AI dapat membantu pengguna memperoleh informasi secara lebih cepat serta mendukung berbagai aktivitas pembelajaran. Teknologi ini juga dapat membantu manusia dalam mengeksplorasi gagasan dan menghasilkan berbagai bentuk konten.
Namun, kemudahan tersebut sekaligus menciptakan tantangan baru. Ketika kemampuan dasar AI semakin mudah diperoleh, nilai pembeda tidak lagi hanya terletak pada kemampuan menggunakan teknologi.
Kreativitas Manusia Berpotensi Semakin Bernilai
Menurut Maxwell, kreativitas dan inovasi yang berasal dari manusia justru dapat memiliki nilai lebih tinggi ketika kemampuan dasar AI semakin merata.
“Namun, artinya kreativitas dan inovasi yang murni dihasilkan oleh manusia akan menjadi jauh lebih berharga daripada sekadar AI standar,” jelasnya.
Pandangan tersebut menunjukkan bahwa AI dapat berfungsi sebagai alat untuk memperluas kemampuan manusia. Sementara itu, gagasan, perspektif, pengalaman, empati, dan keputusan kreatif tetap menjadi elemen penting dalam menghasilkan karya yang memiliki karakter.
Kemampuan menggabungkan teknologi dengan kreativitas manusia juga dapat menjadi keunggulan bagi individu maupun organisasi. Pengguna tidak hanya perlu memahami cara memakai AI, tetapi juga harus mampu menentukan kapan dan bagaimana teknologi tersebut digunakan.
Adaptasi Menjadi Kemampuan Penting di Era AI
Maxwell menilai peluang bagi individu untuk berkembang pada era AI terletak pada kemampuan beradaptasi. Penguasaan teknologi perlu berjalan bersama pemahaman terhadap nilai interaksi dan kreativitas manusia.
Ketika teknologi AI menjadi semakin umum, hasil yang dihasilkan secara otomatis berpotensi semakin mudah ditemukan. Kondisi tersebut membuat orisinalitas gagasan dan kemampuan manusia dalam membangun perspektif menjadi semakin penting.
Pengguna yang mampu memanfaatkan AI tanpa kehilangan kemampuan berpikir kritis dan kreatif berpotensi memperoleh manfaat lebih besar. Pendekatan tersebut juga membantu manusia tetap menjadi pengambil keputusan dalam proses yang melibatkan teknologi AI.
Program AS Bahas Tata Kelola dan Penggunaan AI Bertanggung Jawab
Deputy Public Affairs Officer US Consulate General Surabaya Oumama Kabli mengatakan kehadiran Maxwell merupakan bagian dari rangkaian program pembicara yang digelar di Indonesia.
Program tersebut membahas tata kelola AI serta cara memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab. Kegiatan menyasar sejumlah kota untuk memperluas diskusi mengenai perkembangan teknologi dan dampaknya terhadap berbagai bidang.
“Kami mendatangkan Max dari Amerika Serikat agar beliau bisa datang ke Surabaya dan bertemu dengan para wartawan,” ujar Oumama.
Menurut Oumama, wartawan menjadi salah satu kelompok penting dalam diskusi tersebut. Media memiliki peran dalam membantu masyarakat memahami perkembangan AI, termasuk manfaat, risiko, dan isu tata kelolanya.
Diskusi AI Berlanjut ke Jakarta dan Manado
Setelah kegiatan di Surabaya, rangkaian program tersebut dijadwalkan berlanjut ke Jakarta dan Manado. Sasaran utamanya adalah wartawan yang meliput isu AI, pemerintahan, dan perkembangan teknologi.
Oumama belum memastikan apakah kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Namun, pihak konsulat menyatakan akan terus merancang program pembicara yang sesuai dengan prioritas perwakilan AS di Surabaya.
Program semacam ini juga dapat memperluas pertukaran pengetahuan mengenai penerapan AI. Pembahasan tidak hanya berfokus pada kemampuan teknologi, tetapi turut mencakup aspek kebijakan, pengadaan, keamanan, dan penggunaan yang bertanggung jawab.
Masa Depan AI Membutuhkan Teknologi dan Peran Manusia
Perkembangan AI mengarah pada teknologi yang semakin mudah digunakan dan berpotensi semakin terjangkau. Penurunan biaya dapat memperluas akses, tetapi pemerataan manfaat tetap membutuhkan literasi serta tata kelola yang memadai.
Di sisi lain, kemudahan memperoleh kemampuan AI membuat kreativitas manusia semakin penting sebagai pembeda. Ide orisinal, pengalaman, kemampuan memahami konteks, dan keputusan kreatif tidak dapat hanya bergantung pada otomatisasi.
Diskusi di Surabaya menunjukkan bahwa masa depan AI bukan sekadar persoalan seberapa canggih teknologi berkembang. Tantangan berikutnya adalah memastikan manusia mampu menggunakan AI secara efektif, kritis, dan bertanggung jawab.
Dengan kombinasi teknologi yang semakin terjangkau dan kemampuan manusia yang terus berkembang, AI berpotensi menjadi alat produktivitas yang lebih inklusif. Pada saat yang sama, kreativitas manusia tetap menjadi fondasi untuk menentukan arah dan nilai dari teknologi tersebut.
Baca Juga “CT: AI Bukan untuk Gantikan Kreativitas, tapi Jadi Alat Bantu“