PHK Microsoft Berdampak pada id Software, Separuh Karyawan Dilaporkan Terdampak
Microsoft kembali melakukan restrukturisasi di sektor game yang berdampak pada sejumlah studio di bawah ekosistem Xbox. Salah satu yang terkena dampak adalah id Software, pengembang di balik waralaba gim populer seperti Doom dan Quake, dengan laporan menyebut sekitar 50 persen karyawan studio tersebut terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).
Baca Juga “OxygenOS dan Realme UI Dilebur ke ColorOS, Oppo Satukan Platform Software“
Laporan mengenai PHK di id Software pertama kali muncul dari Game Developer pada Juli 2026. Kebijakan tersebut disebut menjadi bagian dari pengurangan tenaga kerja yang lebih luas di divisi Xbox setelah Microsoft melakukan penyesuaian struktur bisnisnya.
Meski Microsoft maupun id Software belum memberikan pernyataan resmi terkait jumlah karyawan yang terdampak, mantan anggota tim id Software, Michael Maynard, menyampaikan melalui LinkedIn bahwa sekitar setengah dari staf studio telah kehilangan pekerjaannya.
Berdasarkan informasi dari salah satu sumber Game Developer, jumlah tersebut diperkirakan mencapai sekitar 90 posisi. Namun, belum ada informasi rinci mengenai departemen mana yang mengalami pengurangan terbesar.
Restrukturisasi Xbox Menjadi Bagian dari Strategi Efisiensi Microsoft
PHK di id Software terjadi setelah Microsoft mengumumkan restrukturisasi besar di sektor gaming. Langkah tersebut mencakup pengurangan tenaga kerja di sejumlah unit Xbox dan studio pengembang yang berada di bawah perusahaan.
Microsoft sebelumnya melakukan berbagai efisiensi operasional meskipun tetap meningkatkan investasi pada industri game dan teknologi. Penyesuaian ini dilakukan sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk memfokuskan sumber daya pada proyek dan waralaba yang dianggap memiliki potensi pertumbuhan tinggi.
Id Software sendiri berada di bawah naungan ZeniMax Media, perusahaan induk yang diakuisisi Microsoft pada 2021. Selain id Software, ZeniMax juga menaungi sejumlah studio besar seperti Bethesda Game Studios yang mengembangkan waralaba The Elder Scrolls dan Fallout.
Menurut laporan Bloomberg, strategi baru Xbox akan lebih memprioritaskan pengembangan waralaba utama milik ZeniMax. Beberapa seri yang menjadi fokus antara lain The Elder Scrolls, Fallout, Wolfenstein, dan Doom.
Perubahan arah tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan pengurangan tenaga kerja di sejumlah studio. Namun, Microsoft belum menjelaskan hubungan langsung antara strategi bisnis tersebut dengan PHK yang terjadi di id Software.
Serikat Pekerja CWA Soroti Dampak PHK di id Software
Seperti beberapa studio lain dalam ekosistem Xbox, karyawan id Software telah membentuk serikat pekerja bersama Communications Workers of America (CWA). Serikat tersebut sebelumnya memperoleh pengakuan melalui perjanjian netralitas tenaga kerja antara Microsoft dan CWA.
Namun, hingga saat ini pekerja id Software disebut belum mencapai kesepakatan kontrak pertama dengan perusahaan. Kondisi tersebut menjadi perhatian serikat pekerja setelah terjadinya gelombang PHK.
Presiden CWA Claude Cummings Jr. menyatakan bahwa Microsoft dinilai memperlambat proses negosiasi dengan pekerja. Ia menilai kondisi tersebut membuat anggota serikat belum memperoleh perlindungan penuh melalui perjanjian kerja.
Wakil Presiden CWA Distrik 2-13 Mike Davis juga menyampaikan bahwa pihaknya akan mendorong proses perundingan segera terkait kompensasi, pesangon, dan perlindungan bagi pekerja yang terdampak.
Situasi ini menunjukkan meningkatnya perhatian terhadap perlindungan tenaga kerja di industri game. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah perusahaan teknologi dan pengembang gim melakukan PHK akibat perubahan kondisi pasar dan meningkatnya biaya produksi.
Masa Depan Proyek Doom dan id Software Jadi Perhatian Gamer
Id Software merupakan salah satu studio paling berpengaruh dalam sejarah industri gim. Studio tersebut dikenal sebagai pionir genre first-person shooter (FPS) melalui seri Doom yang pertama kali dirilis pada 1990-an.
Dalam beberapa tahun terakhir, id Software tetap aktif mengembangkan waralaba tersebut. Studio ini meluncurkan Doom: The Dark Ages pada 2025 dan melanjutkan dukungan terhadap gim tersebut melalui konten tambahan pada 2026.
PHK besar yang menimpa studio tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap proyek mendatang. Pengurangan jumlah tenaga kerja berpotensi memengaruhi jadwal produksi, kapasitas pengembangan, maupun strategi kreatif studio.
Meski demikian, belum ada informasi resmi mengenai pembatalan proyek atau perubahan jadwal rilis akibat restrukturisasi tersebut. Penggemar masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari Microsoft dan id Software mengenai arah pengembangan waralaba mereka.
Industri Game Menghadapi Tekanan Efisiensi Global
Kasus PHK di id Software mencerminkan tantangan yang sedang dihadapi industri game secara global. Setelah mengalami pertumbuhan besar selama beberapa tahun, banyak perusahaan kini melakukan penyesuaian biaya akibat meningkatnya anggaran pengembangan gim dan perubahan perilaku pasar.
Perusahaan besar mulai lebih selektif dalam menentukan proyek yang mendapatkan investasi. Fokus terhadap waralaba utama menjadi strategi yang banyak digunakan untuk menjaga stabilitas bisnis di tengah persaingan industri yang semakin ketat.
Bagi Microsoft, pengurangan tenaga kerja di Xbox menjadi bagian dari upaya menyeimbangkan investasi teknologi dengan efisiensi operasional. Sementara bagi pekerja industri game, kondisi ini memperkuat pentingnya perlindungan tenaga kerja dan peran organisasi pekerja.
Ke depan, perkembangan id Software akan menjadi perhatian komunitas gim global. Para penggemar berharap perubahan internal tersebut tidak mengurangi kualitas karya studio yang selama puluhan tahun telah memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan genre FPS.
Baca Juga “Platform software berbasis AI seperti Microsoft, ServiceNow, dan Palantir diprediksi tumbuh laba kuat.“