Microsoft Uji Model AI Internal untuk Kurangi Ketergantungan pada OpenAI dan Anthropic
Microsoft mulai memperluas penggunaan model kecerdasan buatan (AI) buatannya sendiri untuk sejumlah produk software, termasuk Excel dan Outlook. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk mengendalikan biaya operasional AI yang terus meningkat seiring tingginya permintaan layanan berbasis teknologi tersebut.
Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat itu disebut telah menjalankan sebagian aktivitas AI pada kedua aplikasi tersebut menggunakan model internal bernama MAI. Peralihan ini memungkinkan Microsoft mengurangi ketergantungan terhadap model AI eksternal dari OpenAI dan Anthropic yang sebelumnya banyak digunakan dalam ekosistem produknya.
Baca Juga “BofA naikkan target harga saham IBM ke $330 berkat kekuatan software“
Penggunaan model internal masih mencakup sebagian aktivitas AI Microsoft. Namun, langkah tersebut menunjukkan upaya perusahaan untuk membangun kemampuan AI mandiri sekaligus menjaga efisiensi biaya dalam jangka panjang.
Microsoft Mulai Alihkan Sebagian Beban AI ke Model MAI
Microsoft menggunakan teknologi AI dalam berbagai layanan, termasuk asisten digital Copilot yang terintegrasi dengan produk produktivitas seperti Microsoft 365. Layanan tersebut membutuhkan kapasitas komputasi besar karena memproses jutaan permintaan pengguna melalui model bahasa besar atau large language model (LLM).
Selama ini, Microsoft banyak memanfaatkan teknologi dari OpenAI melalui kerja sama strategis yang telah berlangsung selama beberapa tahun. Kemitraan tersebut memberikan akses bagi Microsoft terhadap model AI canggih dengan skema biaya yang lebih kompetitif.
Namun, meningkatnya penggunaan AI membuat biaya komputasi menjadi perhatian utama bagi perusahaan teknologi. Pengembangan model internal dinilai dapat menjadi solusi untuk mengurangi pengeluaran sekaligus memberikan kontrol lebih besar terhadap teknologi yang digunakan.
Menurut laporan Bloomberg, yang mengutip sumber yang mengetahui proses pengembangan tersebut, Excel dan Outlook sebelumnya lebih banyak menggunakan model AI dari OpenAI dan Anthropic. Kini, sebagian permintaan pengguna mulai dialihkan ke model MAI milik Microsoft.
Meski demikian, model internal tersebut belum menggantikan seluruh penggunaan AI eksternal. Microsoft masih mengombinasikan berbagai model untuk memenuhi kebutuhan layanan yang berbeda.
Strategi Efisiensi AI Jadi Fokus Microsoft
Kepala AI Microsoft, Mustafa Suleyman, sebelumnya menyampaikan bahwa perusahaan tengah berupaya meningkatkan penggunaan teknologi internal untuk menekan biaya layanan AI dari pihak ketiga.
Suleyman menyebut biaya penggunaan model AI eksternal menjadi salah satu faktor yang mendorong perusahaan mempercepat pengembangan sistem sendiri. Menurutnya, pengurangan ketergantungan terhadap penyedia AI lain dapat membantu Microsoft mengelola pengeluaran secara lebih efisien.
“Kami membayar banyak uang untuk Anthropic — jadi target kami adalah mengurangi bahkan menghilangkan biaya itu sama sekali,” ujar Suleyman dalam pernyataannya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa efisiensi biaya menjadi salah satu pertimbangan utama Microsoft dalam mengembangkan model AI internal. Selain aspek finansial, strategi ini juga memberikan perusahaan fleksibilitas dalam menentukan arah pengembangan teknologi AI.
Langkah tersebut mengikuti sejumlah kebijakan penghematan yang dilakukan Microsoft dalam beberapa waktu terakhir. Perusahaan tetap meningkatkan investasi besar pada infrastruktur AI, tetapi secara bersamaan berusaha mengoptimalkan pengeluaran operasional.
Pengembangan AI Internal Berjalan di Tengah Investasi Besar
Industri teknologi saat ini berlomba membangun kemampuan AI sendiri karena permintaan terhadap layanan kecerdasan buatan terus meningkat. Perusahaan seperti Microsoft, Google, dan berbagai pemain teknologi lainnya mengembangkan model internal untuk mengurangi ketergantungan terhadap penyedia teknologi eksternal.
Bagi Microsoft, pengembangan model MAI menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi perusahaan dalam persaingan AI global. Dengan memiliki model sendiri, Microsoft dapat mengatur biaya, meningkatkan integrasi produk, serta mempercepat pengembangan fitur baru.
Meski mengembangkan teknologi internal, Microsoft tetap memiliki hubungan erat dengan OpenAI. Kedua perusahaan sebelumnya menjalin kerja sama strategis dalam pengembangan dan penggunaan teknologi AI.
Di sisi lain, perubahan strategi AI Microsoft juga terjadi bersamaan dengan langkah efisiensi di berbagai unit bisnis. Perusahaan melakukan penyesuaian biaya operasional meskipun tetap mengalokasikan investasi besar untuk pusat data, infrastruktur komputasi, dan pengembangan AI.
Microsoft Cari Keseimbangan Antara Inovasi dan Efisiensi
Peralihan sebagian layanan Excel dan Outlook ke model AI internal menunjukkan perubahan pendekatan Microsoft dalam mengelola teknologi kecerdasan buatan. Perusahaan tidak hanya mengejar kemampuan model yang semakin canggih, tetapi juga memperhitungkan keberlanjutan biaya penggunaan AI.
Ke depan, penggunaan model internal seperti MAI kemungkinan akan semakin diperluas apabila mampu memenuhi kebutuhan pengguna dengan tingkat performa yang kompetitif. Strategi tersebut dapat membantu Microsoft mempertahankan pertumbuhan layanan AI tanpa menghadapi peningkatan biaya yang terlalu besar.
Dengan meningkatnya persaingan industri AI, kemampuan perusahaan dalam mengembangkan teknologi sendiri akan menjadi faktor penting. Microsoft kini berupaya membangun ekosistem AI yang lebih mandiri sambil tetap memanfaatkan kerja sama strategis dengan mitra teknologi lainnya.
Baca Juga “Sennheiser Getol Inovasi Baru, Rilis Audio Nirkabel Berbasis Software“