Mengenal EDC Fastpay, Harga, Fitur, dan Cara Menggunakannya untuk Usaha
Perkembangan pembayaran digital membuat pelaku usaha perlu menyediakan metode transaksi yang lebih praktis dan beragam. Salah satu perangkat yang dapat membantu kebutuhan tersebut adalah EDC Fastpay, mesin transaksi multifungsi yang mendukung berbagai jenis pembayaran non-tunai.
Berbeda dengan mesin EDC perbankan pada umumnya, EDC Fastpay tidak hanya digunakan untuk menerima pembayaran kartu debit dan kredit. Perangkat ini juga dapat melayani QRIS, isi ulang dompet digital, pembayaran tagihan, pembelian pulsa, hingga layanan transaksi lainnya dalam satu alat.
Meningkatnya penggunaan mesin EDC menunjukkan perubahan kebiasaan masyarakat menuju pembayaran digital. Data yang dilaporkan Kontan mencatat nilai transaksi EDC perbankan mencapai Rp44,23 triliun dengan volume sekitar 113 juta transaksi pada Juli 2023, menunjukkan tingginya kebutuhan terhadap solusi pembayaran modern.
baca juga”Rincian Biaya MDR QRIS ShopeePay untuk Pelaku Usaha“
Fitur dan Keunggulan EDC Fastpay untuk Pelaku Usaha
EDC Fastpay dirancang untuk membantu pelaku usaha kecil hingga menengah dalam mengelola berbagai kebutuhan transaksi. Mesin ini dapat digunakan oleh pemilik warung, toko retail, konter, maupun agen layanan keuangan.
Salah satu keunggulannya adalah sistem kepemilikan perangkat tanpa biaya sewa bulanan. Dengan demikian, pemilik usaha memiliki kendali penuh terhadap mesin tanpa perlu khawatir adanya penarikan perangkat akibat tidak memenuhi target transaksi.
Perangkat ini juga mendukung transaksi dari lebih dari 180 bank, termasuk bank nasional, bank daerah, hingga bank digital. Selain menerima pembayaran kartu VISA, Mastercard, dan GPN, pengguna dapat melayani pembayaran PPOB, top-up e-wallet, serta pembelian berbagai produk digital.
Harga EDC Fastpay dan Biaya Transaksi yang Perlu Diketahui
EDC Fastpay tersedia dalam beberapa pilihan perangkat sesuai kebutuhan bisnis. Tipe EDC Saku dibanderol sekitar Rp650.000 hingga Rp800.000, sedangkan tipe Smart EDC berbasis Android berada pada kisaran Rp3.500.000 hingga Rp4.000.000.
Adapun biaya transaksi yang dikenakan cukup beragam. Tarif tarik tunai sekitar Rp1.500 dengan komisi loket Rp1.000. Setor tunai BRI dikenakan biaya Rp3.000 dengan komisi Rp1.500, sementara setor tunai Mandiri sebesar Rp1.000 dengan komisi Rp700.
Untuk layanan transfer antarbank, biaya transaksi sekitar Rp6.500 dengan komisi bagi agen sebesar Rp2.700. Informasi biaya tersebut penting diperhatikan agar pelaku usaha dapat menghitung potensi keuntungan dari setiap layanan yang tersedia.
Cara Mengajukan dan Mengaktifkan Mesin EDC Fastpay
Pelaku usaha yang ingin memiliki EDC Fastpay perlu menyiapkan dokumen seperti KTP, rekening bank, foto lokasi usaha, dan nomor ponsel aktif.
Proses pengajuan dimulai dengan mendaftar sebagai agen melalui aplikasi Fastpay. Setelah akun berhasil diverifikasi, pengguna dapat memilih menu pemesanan EDC, menentukan tipe perangkat, melakukan pembayaran, dan menunggu proses pengiriman mesin.
Setelah perangkat diterima, pengguna hanya perlu menyalakan mesin, menghubungkannya ke jaringan internet, lalu masuk menggunakan ID dan PIN yang telah didaftarkan. Setelah mengikuti petunjuk di layar dan melakukan transaksi percobaan, mesin siap digunakan untuk operasional usaha.
Langkah Menggunakan EDC Fastpay untuk Berbagai Jenis Transaksi
Penggunaan EDC Fastpay tergolong sederhana karena seluruh layanan tersedia melalui tampilan menu pada perangkat. Pengguna dapat masuk menggunakan nomor ponsel, PIN, dan kode OTP untuk mengakses sistem.
Untuk layanan setor tunai, pengguna cukup memilih menu setor dan tarik tunai, menentukan bank tujuan, memasukkan nomor rekening, lalu mengisi nominal transaksi sebelum melakukan konfirmasi.
Sementara itu, transaksi tarik tunai dilakukan dengan memilih layanan tarik tunai, memasukkan nominal transaksi serta nomor ponsel pelanggan. Setelah kartu digesek dan pelanggan memasukkan PIN, transaksi dapat diselesaikan.
Solusi Pembayaran Digital Membantu Bisnis Menjadi Lebih Efisien
Selain menggunakan mesin EDC, pelaku usaha juga dapat memanfaatkan platform pembayaran digital untuk mengelola transaksi secara lebih terintegrasi. Salah satu solusi yang tersedia adalah Paper, yang menyediakan berbagai metode pembayaran seperti QRIS, transfer bank, kartu kredit, hingga pembayaran cicilan.
Platform tersebut juga membantu pelaku usaha mengatur invoice, melakukan pembayaran kepada pemasok, dan melakukan pencatatan transaksi secara otomatis dalam satu dashboard.
EDC Fastpay Menjadi Alternatif Praktis untuk Mendukung Pertumbuhan Usaha
EDC Fastpay menawarkan solusi transaksi digital dalam satu perangkat dengan fitur yang cukup lengkap. Kemampuan menerima berbagai metode pembayaran, biaya yang transparan, serta proses penggunaan yang mudah menjadi nilai tambah bagi pelaku usaha.
Seiring meningkatnya tren transaksi non-tunai di Indonesia, penggunaan perangkat pembayaran digital seperti EDC Fastpay dapat membantu UMKM dan bisnis retail meningkatkan layanan kepada pelanggan serta membuka peluang pendapatan tambahan.
baca juga”EDC Mandiri: Kenali Biaya, Syarat, dan Cara Mendapatkannya“