Elnusa–FPT Kolaborasi, AI Efisienkan Migas

Elnusa–FPT

ELNUSA DAN FPT SOFTWARE PERKUAT TRANSFORMASI DIGITAL MIGAS BERBASIS AI
Kolaborasi Strategis Dorong Efisiensi dan Inovasi Operasional Energi

Transformasi digital di sektor energi Indonesia semakin dipercepat melalui kolaborasi lintas perusahaan teknologi. PT Elnusa Tbk melalui anak usahanya, PT Sigma Cipta Utama (SCU), resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT FPT Software Indonesia untuk mengembangkan solusi berbasis Artificial Intelligence (AI). Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Graha Elnusa, Jakarta, pada 22 Januari 2026.

Baca Juga “Kasau Tekankan Penguatan Hardware, Software, dan Brainware untuk Tingkatkan Kualitas Latihan TNI AU”

Kemitraan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kapabilitas teknologi digital Elnusa, khususnya dalam menghadapi kompleksitas industri minyak dan gas (migas) yang sarat data dan risiko operasional tinggi. Fokus utama kolaborasi ini adalah menghadirkan solusi berbasis AI dan Machine Learning (ML) guna meningkatkan efisiensi, keselamatan, serta keandalan proses bisnis di sektor energi.

Sinergi antara SCU dan FPT Software Indonesia menggabungkan keunggulan masing-masing. FPT Software dikenal memiliki pengalaman global dalam pengembangan teknologi digital dan AI, sementara SCU memiliki pemahaman mendalam terkait solusi ICT di industri energi nasional. Kombinasi ini diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang aplikatif dan berdampak langsung pada kinerja operasional.

Direktur Pengembangan Elnusa, Arief Prasetyo Handoyo, menegaskan bahwa kolaborasi ini tidak sekadar adopsi teknologi baru, melainkan transformasi menyeluruh dalam pengelolaan data. “Kami ingin mengubah kompleksitas data menjadi solusi yang sederhana, terukur, dan dapat ditindaklanjuti. Ini penting untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan di industri energi,” ujarnya.

Direktur SCU, Didik Purwanto, menambahkan bahwa kerja sama ini mencerminkan kesiapan perusahaan dalam mengadopsi teknologi AI secara lebih cepat dan luas. Menurutnya, kemampuan mengekstraksi insight dari data secara real-time akan menjadi faktor pembeda dalam kompetisi industri energi yang semakin ketat.

“Pemanfaatan AI dan ML memungkinkan proses analisis data yang lebih akurat dan cepat, sehingga mendukung efisiensi operasional sekaligus mengurangi potensi risiko,” kata Didik.

Dari sisi mitra teknologi, Sr. Director Energy Sector FPT Software Indonesia, Abdul Mutalib Masdar, melihat kolaborasi ini sebagai peluang strategis untuk menjawab tantangan transformasi digital di sektor migas. Ia berharap solusi yang dikembangkan bersama SCU dapat diterapkan tidak hanya di lingkungan Pertamina Group, tetapi juga pada Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di seluruh Indonesia.

Dalam konteks industri global, penggunaan AI di sektor energi terus meningkat. Teknologi ini digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari eksplorasi sumber daya, prediksi perawatan peralatan (predictive maintenance), hingga optimalisasi rantai pasok energi. Dengan penerapan AI, perusahaan dapat menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan efisiensi produksi.

Elnusa sendiri menargetkan kolaborasi ini dapat mempercepat agenda digitalisasi perusahaan dan memperluas penetrasi pasar SCU. Selain itu, integrasi teknologi digital dengan manajemen proyek diharapkan mampu meningkatkan daya saing perusahaan di tengah dinamika industri energi yang terus berubah.

Ke depan, kemitraan ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang Elnusa untuk bertransformasi menjadi perusahaan berbasis teknologi. Tidak hanya sebagai penyedia jasa energi, Elnusa ingin memperkuat perannya sebagai mitra strategis dalam inovasi dan efisiensi operasional.

Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong digitalisasi sektor energi sebagai bagian dari ketahanan energi nasional. Dengan memanfaatkan teknologi AI dan integrasi sistem digital, industri migas diharapkan mampu beroperasi lebih efisien, aman, dan berkelanjutan.

Sebagai penutup, kolaborasi antara Elnusa dan FPT Software Indonesia mencerminkan arah baru industri energi yang semakin mengandalkan teknologi cerdas. Jika implementasi berjalan optimal, kerja sama ini berpotensi menjadi model transformasi digital migas di Indonesia sekaligus memperkuat posisi nasional dalam peta industri energi global.

Baca Juga “Pertumbuhan industri “software” China pada 9 bulan pertama 2025, naik 2 digit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *