Meta Kembangkan Liontin AI dan Empat Smart Glasses

Meta Perluas Ekosistem AI dengan Liontin Pintar dan Empat Model Smart Glasses Baru

Meta dilaporkan tengah mempercepat pengembangan perangkat berbasis kecerdasan buatan (AI) melalui dua lini produk baru, yakni liontin AI dan sejumlah model smart glasses. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menghadirkan teknologi AI lebih dekat ke aktivitas sehari-hari pengguna melalui perangkat wearable.

Raksasa teknologi yang membawahi Facebook, Instagram, dan WhatsApp tersebut disebut sedang menguji berbagai konsep perangkat yang dapat digunakan langsung di tubuh pengguna. Pengembangan ini menunjukkan ambisi Meta untuk memperluas peran AI dari sekadar aplikasi digital menjadi pendamping yang selalu hadir dalam kehidupan sehari-hari.

baca juga”Mahasiswa UBSI Juara 1 Software Development PIKMI 2026

Meta Siapkan Liontin AI untuk Membantu Aktivitas Harian Pengguna

Salah satu perangkat yang sedang dikembangkan adalah liontin berbasis AI atau AI pendant. Produk ini dilaporkan akan mulai menjalani pengujian dalam 12 bulan ke depan sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.

Arah pengembangan tersebut dinilai sejalan dengan langkah Meta yang sebelumnya mengakuisisi perusahaan teknologi wearable AI Limitless pada 2025. Perusahaan tersebut dikenal melalui perangkat bernama Pendant, sebuah mikrofon Bluetooth yang dapat dikenakan dan berfungsi merekam percakapan maupun suara di sekitar pengguna.

Teknologi tersebut memungkinkan pengguna membuat transkrip percakapan, menyusun ringkasan otomatis, hingga menyimpan informasi yang dapat dicari kembali ketika dibutuhkan.

Meta diyakini ingin menghadirkan AI dalam bentuk yang lebih personal dan mudah diakses tanpa harus bergantung pada layar ponsel atau komputer.

Akuisisi Limitless Perkuat Ambisi Meta di Sektor Wearable AI

Saat mengumumkan proses akuisisi, CEO Limitless, Dan Siroker, menyebut Meta memiliki visi untuk menghadirkan kecerdasan buatan yang dapat membantu lebih banyak orang dalam kehidupan sehari-hari.

Perangkat wearable dinilai menjadi salah satu cara paling efektif untuk mewujudkan visi tersebut. Dengan desain yang selalu melekat pada pengguna, AI dapat memberikan bantuan secara real-time tanpa mengganggu aktivitas utama.

Meski Meta belum memberikan konfirmasi resmi mengenai laporan terbaru tersebut, berbagai langkah perusahaan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan fokus yang semakin kuat pada pengembangan perangkat AI dan teknologi wearable.

Empat Model Smart Glasses Baru Disebut Siap Meluncur pada 2026

Selain liontin AI, Meta juga dikabarkan menyiapkan ekspansi besar pada lini kacamata pintar atau smart glasses. Perusahaan disebut berencana menghadirkan hingga empat model baru sebelum akhir 2026.

Salah satu perangkat yang banyak diperbincangkan menggunakan nama sandi “Modelo” dan disebut berpotensi diperkenalkan lebih awal dibanding model lainnya. Setelah itu, Meta juga dikabarkan menyiapkan perangkat dengan kode pengembangan “Luna” dan “RBM2 Refresh”.

Banyak pengamat industri meyakini bahwa RBM2 Refresh merupakan generasi terbaru dari lini Ray-Ban Meta yang saat ini telah tersedia di beberapa pasar internasional.

Meta juga dilaporkan sedang mengembangkan model lain bernama “Mojito VIP” yang diproyeksikan hadir menjelang akhir tahun. Selain itu, sejumlah proyek masa depan seperti “Artemis” dan supersensing glasses atau “SSG” masih berada dalam tahap pengembangan.

Meta Bangun Ekosistem AI yang Terintegrasi dengan Perangkat Wearable

Untuk mendukung perangkat-perangkat baru tersebut, Meta juga disebut sedang mengembangkan berbagai layanan berbasis AI yang saling terhubung dalam satu ekosistem.

Salah satu proyek yang dilaporkan sedang dikembangkan adalah agen AI konsumen bernama Hatch. Meski belum banyak detail yang diungkap, layanan tersebut diperkirakan akan menjadi bagian penting dalam strategi AI perusahaan.

Meta juga dikabarkan menyiapkan layanan khusus bernama Wearables for Work yang ditujukan untuk pelanggan bisnis. Solusi ini memungkinkan perusahaan memanfaatkan perangkat wearable AI untuk mendukung produktivitas dan kolaborasi kerja.

Melalui pendekatan tersebut, Meta tidak hanya menjual perangkat keras, tetapi juga berupaya membangun layanan berlangganan yang dapat menciptakan sumber pendapatan baru di luar iklan digital.

Tantangan Privasi dan Keamanan Data Masih Menjadi Sorotan

Meski menawarkan berbagai kemudahan, pengembangan perangkat wearable berbasis AI juga memunculkan sejumlah tantangan. Salah satu isu utama yang banyak diperhatikan adalah privasi pengguna.

Perangkat yang mampu merekam percakapan atau mengumpulkan informasi sepanjang hari berpotensi menimbulkan pertanyaan terkait keamanan data dan batas penggunaan informasi pribadi.

Karena itu, Meta diperkirakan perlu menghadirkan sistem perlindungan data yang transparan dan dapat dipercaya untuk memperoleh penerimaan yang lebih luas dari masyarakat.

Kepercayaan pengguna akan menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan perangkat AI generasi baru yang selalu aktif dan terhubung dengan aktivitas sehari-hari.

Meta Mulai Uji Model Bisnis Berlangganan Melalui Meta One

Di sisi lain, Meta juga tengah memperluas strategi monetisasi melalui layanan berlangganan. Perusahaan mulai memperkenalkan paket premium untuk Facebook, Instagram, dan WhatsApp melalui ekosistem baru yang disebut Meta One.

Paket berbayar tersebut menawarkan berbagai fitur tambahan yang tidak tersedia pada versi standar aplikasi. Langkah ini mencerminkan perubahan strategi industri media sosial yang kini tidak lagi hanya mengandalkan pendapatan dari iklan.

Perusahaan teknologi lain seperti X, YouTube, dan Snapchat sebelumnya telah lebih dulu mengembangkan model serupa untuk menciptakan sumber pendapatan yang lebih beragam.

Wearable AI Berpotensi Menjadi Fokus Baru Meta dalam Persaingan Teknologi

Pengembangan liontin AI dan sejumlah smart glasses baru menunjukkan bahwa Meta semakin serius membangun masa depan komputasi berbasis perangkat wearable. Perusahaan tampaknya ingin menciptakan pengalaman AI yang lebih personal, kontekstual, dan selalu tersedia bagi pengguna.

Meski masih menghadapi tantangan terkait privasi, regulasi, dan penerimaan pasar, strategi ini berpotensi membuka babak baru dalam penggunaan kecerdasan buatan di kehidupan sehari-hari. Jika berhasil, perangkat wearable AI dapat menjadi salah satu pilar utama bisnis Meta pada masa mendatang, sekaligus memperluas cara manusia berinteraksi dengan teknologi digital.

baca juga”Michael Dell Salip Mark Zuckerberg jadi Orang Terkaya ke-6 di Dunia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *