Mahasiswa UBSI Raih Juara 1 PIKMI 2026 Lewat Inovasi Sistem Inventori Digital Berbasis AI
Aplikasi Karya Mahasiswa Teknologi Informasi Bantu UMKM Kelola Stok Lebih Efisien
Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) berhasil meraih Juara 1 kategori Software Development dalam ajang Pagelaran Inovasi dan Kreativitas Mahasiswa Indonesia (PIKMI) 2026. Prestasi tersebut diraih melalui pengembangan sistem manajemen inventori digital berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dirancang untuk membantu pelaku usaha dan UMKM mengelola stok barang secara lebih efektif.
Baca Juga “Entrata, Multifamily Property Management Software, Files for NYSE IPO“
Kompetisi yang mengusung tema “Artificial Intelligence for Sustainable Future” itu berlangsung di Hall C BSI Convention Center (BSI Convex), Kaliabang, Bekasi, pada 23 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk menampilkan inovasi teknologi yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Tim UBSI yang berhasil menjadi juara terdiri atas Fardani Azhar, Arfandi Azhar, dan Muhammad Sany dari Program Studi Teknologi Informasi semester delapan. Mereka mengembangkan aplikasi inventori berbasis web yang mampu membantu pelaku usaha memantau, mengelola, dan mencatat pergerakan stok barang secara otomatis.
Menurut Fardani Azhar, ide pengembangan aplikasi tersebut berangkat dari permasalahan yang masih banyak ditemui di sektor usaha kecil dan menengah. Banyak pelaku bisnis masih mengandalkan pencatatan manual sehingga rentan mengalami kesalahan data dan kesulitan dalam memantau ketersediaan barang.
“Kami melihat masih banyak UMKM yang menghadapi kendala dalam pengelolaan stok. Karena itu, kami mengembangkan sistem inventori digital yang dapat membantu proses operasional menjadi lebih cepat, akurat, dan efisien,” ujarnya.
Aplikasi yang dikembangkan tim UBSI memiliki berbagai fitur utama, mulai dari pengelolaan data produk, kategori barang, data pemasok, pencatatan stok masuk dan keluar, hingga sistem peringatan ketika persediaan mulai menipis. Fitur-fitur tersebut dirancang untuk memudahkan pemilik usaha dalam mengambil keputusan berbasis data.
Salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan aplikasi adalah menjaga akurasi data stok ketika terjadi transaksi secara bersamaan. Untuk mengatasi masalah tersebut, tim mengembangkan fitur inventory movement yang secara otomatis memperbarui jumlah stok dan menyimpan riwayat pergerakan barang secara real-time.
“Fitur ini memungkinkan sistem menambah atau mengurangi stok secara otomatis sesuai transaksi yang terjadi. Seluruh riwayat pergerakan barang juga tersimpan sehingga lebih mudah dilacak,” jelas Fardani.
Dalam proses pengembangan, tim memanfaatkan sejumlah teknologi modern yang umum digunakan di industri perangkat lunak. Teknologi tersebut meliputi Laravel 12 sebagai framework utama, PHP, Blade Template Engine, Tailwind CSS, Vite, serta Laravel Breeze untuk kebutuhan autentikasi pengguna.
Tim memilih Laravel karena dinilai memiliki tingkat keamanan yang baik, stabil untuk pengelolaan basis data, dan mampu mendukung pengembangan aplikasi berskala besar. Pemilihan teknologi yang tepat menjadi salah satu faktor penting yang membantu aplikasi berjalan secara optimal selama proses penilaian kompetisi.
Ke depan, tim UBSI berencana terus mengembangkan aplikasi tersebut agar memiliki fitur yang lebih lengkap dan sesuai kebutuhan pelaku usaha. Beberapa fitur yang sedang dipersiapkan antara lain laporan stok otomatis, ekspor data ke format PDF dan Excel, pemindaian barcode dan QR code, notifikasi stok rendah, pengaturan hak akses pengguna, hingga analitik penjualan dan pergerakan barang.
Pengembangan fitur lanjutan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional bisnis sekaligus membantu UMKM beradaptasi dengan transformasi digital yang semakin cepat. Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong digitalisasi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia.
Selain menjadi ajang kompetisi, PIKMI 2026 menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia memiliki kemampuan untuk menciptakan solusi teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Inovasi yang lahir dari lingkungan akademik berpotensi menjadi solusi nyata bagi berbagai tantangan di sektor ekonomi, pendidikan, maupun industri.
Menutup keterangannya, Fardani mengajak mahasiswa untuk tidak ragu mengembangkan ide inovatif dari permasalahan sederhana yang ada di sekitar mereka. Menurutnya, inovasi yang berdampak tidak selalu harus dimulai dari proyek besar, tetapi dari solusi yang mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Prestasi yang diraih tim UBSI menjadi bukti bahwa kolaborasi antara kemampuan teknologi, kreativitas, dan pemahaman terhadap kebutuhan pengguna dapat menghasilkan inovasi yang tidak hanya kompetitif di tingkat nasional, tetapi juga memiliki potensi untuk diterapkan secara luas di dunia usaha.
Baca Juga “Saham software melonjak, ETF IGV naik 35% sejak titik terendah April“