PEMKAB LOMBOK TENGAH OPTIMALKAN PROMOSI MOTOGP MANDALIKA 2025 TANPA BAYAR HOSTING FEE
PEMERINTAH DAERAH TIDAK TERLIBAT BIAYA HOSTING
Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, menegaskan bahwa pemerintah kabupaten tidak akan membayar hosting fee MotoGP Mandalika 2025. Menurutnya, kewenangan biaya ini sepenuhnya ada pada Mandalika Grand Prix Association (MGPA) dan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). Pemkab akan fokus mendukung event melalui promosi, kolaborasi non-finansial, dan dukungan masyarakat.
Baca Juga “Hosting Murah Terbaik Indonesia 2026: Rekomendasi Hosting Tercepat, Stabil, dan Harga Terjangkau“
“Hosting fee sudah menjadi kewenangan MGPA dan ITDC. Pemerintah daerah belum seyogyanya memfasilitasi biaya ini,” ujar Bupati Pathul, Selasa (26/8). Ia menambahkan bahwa jika pembayaran menggunakan APBD diperlukan, keputusan tersebut harus disetujui DPRD provinsi maupun kabupaten/kota. Tanpa persetujuan legislatif, pemerintah daerah tidak bisa mengambil keputusan sepihak.
Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung kesuksesan MotoGP Mandalika 2025 tanpa membebani anggaran publik. Pendekatan ini juga meminimalkan risiko penggunaan dana APBD untuk event internasional.
STRATEGI PROMOSI DAN PARTISIPASI MASYARAKAT
Pemkab Lombok Tengah telah menyiapkan berbagai strategi promosi agar event MotoGP Mandalika tetap dikenal luas tanpa harus membayar hosting fee. Promosi dilakukan melalui:
Kampanye digital dan media sosial untuk menjangkau wisatawan domestik dan internasional.
Penyebaran informasi melalui website resmi dan komunitas lokal.
Keterlibatan pegawai pemerintah dalam mendukung acara, termasuk partisipasi dalam pembelian tiket.
Kolaborasi dengan influencer dan media nasional serta internasional untuk memperkuat brand Mandalika sebagai destinasi balap kelas dunia.
“Rencana tahun ini untuk pegawai membeli tiket masih dibahas. Fokus utama kami adalah promosi dan kolaborasi agar event tetap sukses,” tambah Bupati Pathul. Langkah ini juga mendorong keterlibatan masyarakat lokal sekaligus meningkatkan kesadaran tentang manfaat ekonomi dari event internasional.
ALTERNATIF PEMBAYARAN HOSTING FEE MELALUI BUMN DAN BUMD
Bupati Pathul menekankan, jika hosting fee perlu dibayarkan, metode yang paling tepat adalah melalui kerja sama antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). “Kerja sama sesama badan usaha lebih tepat agar saling menguntungkan dan tidak membebani APBD,” ujarnya.
Chairman MotoGP Mandalika 2025, Troy Reza Warokka, menegaskan bahwa pembayaran hosting fee tahun ini tidak menjadi hambatan. Besarannya sudah diperhitungkan melalui koordinasi pemerintah pusat, daerah, ITDC, dan Dorna Sports. Mekanisme ini memastikan penyelenggaraan event tetap lancar, transparan, dan profesional.
DAMPAK EKONOMI DAN PARIWISATA
MotoGP Mandalika 2025 diproyeksikan meningkatkan pariwisata dan ekonomi lokal secara signifikan. Berdasarkan estimasi ITDC dan MGPA:
Jumlah wisatawan yang hadir diperkirakan mencapai 80.000–100.000 orang.
Pengunjung internasional bisa mencapai 30% dari total penonton, mendorong devisa bagi NTB.
UMKM lokal diproyeksikan mengalami peningkatan omzet hingga 25–30% selama event berlangsung.
Sektor transportasi, perhotelan, dan kuliner akan menerima dampak positif langsung dari kunjungan wisatawan.
Pemkab Lombok Tengah menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas lokal agar seluruh potensi ekonomi dari MotoGP dapat dimanfaatkan optimal. Dengan promosi yang masif dan event yang terkelola baik, Mandalika diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi sport tourism internasional.
KOORDINASI DENGAN PEMERINTAH PUSAT DAN ITDC
Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan ITDC. Fokus koordinasi mencakup:
Penyiapan fasilitas publik dan infrastruktur pendukung acara.
Kesiapan keamanan, transportasi, dan pelayanan kesehatan.
Promosi bersama melalui media nasional dan internasional.
Integrasi event MotoGP dengan agenda wisata budaya dan alam NTB.
Troy Reza Warokka menambahkan, “Pemerintah pusat dan daerah bersama ITDC berkomitmen mendukung kesuksesan MotoGP Mandalika 2025. Hosting fee bukan kendala karena semua mekanisme pendanaan sudah terkoordinasi.”
KESIAPAN PEMKAB LOMBOK TENGAH UNTUK SUKSESKAN EVENT
Pemkab Lombok Tengah menegaskan kesiapan menyukseskan MotoGP Mandalika 2025 melalui:
Promosi digital dan publikasi luas tanpa biaya hosting.
Kolaborasi dengan BUMN/BUMD untuk optimalisasi pendanaan non-APBD.
Keterlibatan masyarakat dan pegawai pemerintah sebagai bagian dari dukungan lokal.
Sinergi dengan sektor pariwisata, UMKM, dan layanan publik.
Pendekatan ini membuktikan bahwa event internasional dapat sukses tanpa membebani anggaran daerah. Strategi promosi dan kolaborasi diharapkan meningkatkan citra Mandalika di mata dunia, menarik wisatawan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di NTB.
KESIMPULAN: MOTOGP MANDALIKA 2025 BERKELANJUTAN TANPA BEBAN APBD
Pemkab Lombok Tengah berhasil memanfaatkan strategi promosi sebagai alternatif dukungan selain pembayaran hosting fee. Dengan mengedepankan kolaborasi, partisipasi masyarakat, dan sinergi dengan BUMN/BUMD, event internasional ini tetap dapat sukses dan memberikan manfaat ekonomi signifikan bagi daerah.
Pendekatan ini menunjukkan bagaimana pengelolaan event global bisa efisien, transparan, dan berkelanjutan. Lombok Tengah menegaskan komitmennya untuk mendukung MotoGP Mandalika 2025 sekaligus memperkuat Mandalika sebagai destinasi sport tourism internasional yang kompetitif dan ramah bagi wisatawan.
Baca Juga “Artikel ini telah tayang di Desakarangbendo.id dengan judul “Ramah di Kantong! 10 Rekomendasi Hosting Murah untuk UMKM 2026, Begini Cara Daftarnya“