Kementerian Ekraf Dorong AI untuk Talenta Kreatif dan UMKM

Kementerian Ekraf

Kementerian Ekraf Dorong AI untuk Talenta Kreatif dan UMKM

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya mendorong pemanfaatan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) untuk memperkuat talenta muda kreatif. Teknologi ini juga dinilai dapat membantu UMKM meningkatkan daya saing di tengah perkembangan ekonomi digital.

Baca Juga “Menekraf Dorong Blockchain untuk Komersialisasi Kekayaan Intelektual

Riefky menyampaikan pandangan tersebut saat menerima audiensi PT Inovasi Solusi Cerdas atau KreasiKita di Autograph Tower, Jakarta, Kamis (13/8). Dalam pertemuan itu, keduanya membahas pemanfaatan AI untuk memperluas akses kerja dan mendukung transformasi digital UMKM.

AI Buka Peluang Kerja bagi Talenta Muda

Riefky melihat perkembangan gig economy mengubah pola kerja bagi generasi muda. Sejumlah pekerjaan kini dapat dilakukan secara fleksibel tanpa mengharuskan pekerja berada di kantor.

Perubahan tersebut membuat keterampilan digital semakin penting. Talenta muda perlu meningkatkan kemampuan agar dapat mengikuti kebutuhan industri sekaligus memanfaatkan peluang kerja berbasis teknologi.

“Kementerian Ekraf senantiasa terus mendorong pengembangan kapasitas generasi muda melalui berbagai pelatihan,” kata Riefky dalam audiensi tersebut.

Menurutnya, kombinasi pelatihan voice over, affiliator, dan keterampilan AI dapat menjadi pendekatan untuk menghubungkan talenta kreatif dengan peluang kerja. Kompetensi tersebut juga dapat mendukung munculnya aktivitas kewirausahaan baru.

Ekonomi Kreatif Berperan dalam Penguatan Kelas Menengah

Riefky menilai ekonomi kreatif memiliki posisi strategis dalam menopang kelas menengah. Beragam subsektor ekonomi kreatif berpotensi menciptakan lapangan kerja sekaligus membuka ruang bagi usaha baru.

Pemerintah juga menjalankan berbagai program pelatihan digital untuk pegiat ekonomi kreatif dan talenta muda. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia menghadapi perubahan teknologi dan kebutuhan industri.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia mencapai 4,68 persen pada Februari 2026. Pada periode yang sama, jumlah angkatan kerja mencapai 154,91 juta orang.

Dari total angkatan kerja tersebut, sebanyak 147,67 juta orang tercatat bekerja. Data ini memperlihatkan pentingnya penguatan kompetensi dan perluasan akses terhadap kesempatan kerja.

Pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi salah satu bagian dari upaya tersebut. Namun, penerapannya tetap membutuhkan peningkatan literasi agar teknologi digunakan secara produktif dan bertanggung jawab.

KreasiKita Siapkan Platform Karier Berbasis AI

KreasiKita hadir sebagai platform karier berbasis AI yang mempertemukan talenta muda dengan peluang kerja. Platform tersebut juga dirancang untuk membantu UMKM memanfaatkan teknologi digital dalam kegiatan usaha.

KreasiKita dijadwalkan meluncur pada 18 Agustus 2026. Platform ini akan menyediakan sejumlah fitur yang ditujukan untuk mendukung pengembangan talenta dan kebutuhan digital UMKM.

Fitur yang disiapkan mencakup job matching, weekly challenge, task, dan komunitas. KreasiKita juga menghadirkan AI Studio bagi UMKM dengan layanan AI Image, AI Video, dan AI Assistant.

CEO KreasiKita Ivan Handryks Sitanaya mengatakan platform tersebut memiliki dua tujuan utama. Pertama, membantu generasi muda memperoleh akses terhadap peluang pekerjaan.

“Kami menyediakan fitur berbasis AI seperti image generator, video, dan chatbot yang dapat digunakan untuk mendukung berbagai aktivitas pekerjaan,” ujar Ivan.

Tujuan kedua adalah membantu UMKM meningkatkan kapasitas bisnis melalui pemanfaatan teknologi AI. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperluas akses teknologi bagi pelaku usaha sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif.

Kolaborasi Diperlukan untuk Perluas Literasi AI

Pemanfaatan AI tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan teknologi. Talenta muda dan pelaku UMKM juga membutuhkan pemahaman mengenai penggunaan AI yang efektif, aman, dan bertanggung jawab.

Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku teknologi menjadi penting. Kerja sama tersebut dapat memperluas akses terhadap teknologi sekaligus mendorong peningkatan literasi digital.

Bagi talenta kreatif, penguasaan AI dapat menjadi keterampilan tambahan untuk mendukung proses produksi dan membuka peluang kerja baru. Bagi UMKM, teknologi tersebut berpotensi membantu berbagai kebutuhan operasional dan pengembangan konten digital.

Riefky menegaskan bahwa Kementerian Ekraf akan terus mendorong peningkatan kapasitas talenta muda melalui pelatihan digital. Upaya tersebut menjadi bagian dari penguatan ekosistem ekonomi kreatif yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Ke depan, sinergi antara pemerintah, perusahaan teknologi, talenta kreatif, dan UMKM diharapkan dapat memperluas manfaat AI. Penguatan kompetensi manusia tetap menjadi faktor penting agar perkembangan teknologi mampu menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan.

Baca Juga “Menekraf: Pemanfaatan AI berpeluang tekan pengangguran generasi muda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *