Hosting Fee Rp231 Miliar Masih Jadi Kendala Utama

hosting

HOSTING FEE RP231 MILIAR TENTUKAN NASIB MOTOGP MANDALIKA 2026
PEMERINTAH PUSAT MASIH KAJI SKEMA DUKUNGAN ANGGARAN

Kepastian penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 masih bergantung pada keputusan pemerintah pusat terkait dukungan anggaran. Meski jadwal balapan telah ditetapkan pada 9–11 Oktober 2026, persoalan hosting fee senilai lebih dari Rp231 miliar belum terselesaikan.

InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) hingga kini belum melunasi kewajiban pembayaran kepada Dorna Sports. Hal ini membuat kelanjutan event balap internasional tersebut masih menunggu kejelasan dari pemerintah.

Direktur Operasi ITDC, Troy Reza Warokka, menyatakan bahwa pembahasan dukungan anggaran masih berlangsung. Koordinasi dilakukan bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Baca Juga “WordPress Rilis my.WordPress.net, Bikin Situs Pribadi Tak Perlu Hosting atau Domain

“Pemerintah pusat masih mengkaji skema dukungan anggaran untuk event ini,” ujar Troy dalam keterangannya, Selasa (7/4).

PERAN KRUSIAL APBN UNTUK MENJAGA KELANGSUNGAN EVENT

Dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dinilai menjadi faktor kunci agar MotoGP tetap berlangsung di Mandalika. Tanpa bantuan tersebut, beban biaya operasional akan sulit ditanggung oleh pengelola kawasan.

Troy menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu keputusan resmi dari Bappenas. Ia berharap kejelasan dapat segera diberikan agar persiapan tidak terganggu.

MotoGP sendiri telah ditetapkan sebagai salah satu ikon sport tourism unggulan nasional. Dalam lima tahun terakhir, ajang ini terbukti memberikan dampak ekonomi signifikan, khususnya bagi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Data sebelumnya menunjukkan peningkatan kunjungan wisatawan, okupansi hotel, hingga perputaran ekonomi lokal setiap kali event berlangsung. Hal ini menjadi dasar kuat bagi pemerintah untuk mempertimbangkan dukungan anggaran.

PERBANDINGAN DENGAN THAILAND DAN SKEMA PEMBIAYAAN

ITDC juga menyoroti praktik di negara lain sebagai pembanding. Di Thailand, pemerintah pusat menanggung biaya hosting fee secara penuh. Dengan skema tersebut, penyelenggara dapat fokus meningkatkan kualitas event dan pelayanan kepada penonton.

“Di sana, penyelenggara hanya fokus memastikan event berjalan sukses dan berdampak besar bagi ekonomi,” jelas Troy.

Model pembiayaan seperti ini dinilai lebih efektif dalam menjaga konsistensi penyelenggaraan event internasional. Selain itu, risiko finansial tidak sepenuhnya dibebankan kepada operator kawasan.

KENAIKAN HOSTING FEE DAN TANTANGAN PEMBIAYAAN

Nilai hosting fee MotoGP Mandalika terus mengalami peningkatan setiap tahun. Pada 2022, biaya tercatat sebesar Rp174,6 miliar yang ditanggung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Pada 2023, skema pembiayaan berubah menjadi sharing antara ITDC dan pemerintah dengan nilai Rp176,8 miliar. Sementara itu, pada 2024 dan 2025, biaya melonjak menjadi Rp231,29 miliar per tahun.

Kenaikan ini menjadi tantangan tersendiri bagi keberlanjutan event. ITDC bahkan sempat meminta dukungan Pemerintah Provinsi NTB untuk berbagi biaya, meski akhirnya bantuan diberikan dalam bentuk non-finansial karena keterbatasan fiskal daerah.

Dengan kontrak penyelenggaraan selama 10 tahun, tahun 2026 menjadi tahun keenam pelaksanaan MotoGP di Mandalika. Hal ini menuntut adanya sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah.

DAMPAK EKONOMI DAN STRATEGI KE DEPAN

MotoGP Mandalika tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga motor penggerak ekonomi daerah. Sektor pariwisata, UMKM, transportasi, dan perhotelan merasakan langsung manfaat dari event ini.

Jika dukungan anggaran disetujui, ITDC berencana fokus pada peningkatan infrastruktur dan fasilitas pendukung di Sirkuit Mandalika. Tujuannya adalah meningkatkan kenyamanan penonton serta daya saing event di tingkat global.

Ke depan, keberlanjutan MotoGP Mandalika akan sangat bergantung pada kepastian skema pembiayaan yang berkelanjutan. Tanpa dukungan yang jelas, potensi ekonomi yang telah terbentuk berisiko terhambat.

Sebaliknya, jika sinergi antara pemerintah dan pengelola berjalan optimal, MotoGP Mandalika berpeluang menjadi salah satu event sport tourism paling sukses di kawasan Asia Tenggara.

Baca Juga “India withdraws bid to host COP33 climate talks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *