Teknik Geologi UGM Perkuat Kompetensi Digital Mahasiswa Lewat Training MineScape
Departemen Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkuat kompetensi digital mahasiswa melalui Software Training Datamine/MineScape. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, Senin hingga Rabu, 7-9 September 2026, di Laboratorium Bahan Galian Departemen Teknik Geologi UGM.
Baca Juga “Galaxy A27 5G Andalkan Dukungan Software Jangka Panjang“
Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi (HMTG) bersama Society of Economic Geologists UGM Student Chapter (SEG-UGM SC) menyelenggarakan pelatihan tersebut dengan menghadirkan Maulani Vania Hapsari dari PT Datamine Software Indonesia sebagai narasumber.
Pelatihan menggabungkan penyampaian materi dengan praktik langsung. Metode ini membantu peserta memahami fungsi perangkat lunak sekaligus menerapkannya dalam pengolahan data geologi, pemodelan sumber daya, hingga perencanaan tambang.
Kerja Sama UGM dan Datamine Dukung Pembelajaran Digital
Software Training Datamine/MineScape menjadi bagian dari implementasi kerja sama Departemen Teknik Geologi UGM dengan PT Datamine Software Indonesia.
Salah satu bentuk kerja sama tersebut berupa hibah perangkat lunak kepada Departemen Teknik Geologi UGM. Perangkat lunak itu memiliki valuasi hingga miliaran rupiah untuk setiap lisensinya.
Hibah tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempelajari perangkat lunak yang digunakan dalam kegiatan geologi dan pertambangan. Mahasiswa juga dapat memanfaatkannya untuk pembelajaran, praktikum, penelitian, serta pengembangan keterampilan teknis.
Pemanfaatan perangkat lunak berstandar industri menjadi relevan karena pekerjaan geologi dan pertambangan semakin mengandalkan pengolahan data secara digital. Kemampuan mengelola, memodelkan, dan memvisualisasikan data menjadi bagian penting dalam berbagai tahapan pekerjaan tersebut.
Mahasiswa Pelajari Dasar Pemodelan Geologi Digital
Pada hari pertama, peserta memperoleh pengantar mengenai konsep dasar pertambangan dan pengenalan MineScape. Materi kemudian berlanjut pada Basic StratModel sebagai dasar pemodelan geologi berbasis data.
StratModel digunakan untuk memodelkan unit atau interval berdasarkan hubungan stratigrafi. Peserta mempelajari sejumlah tahapan, mulai dari pembuatan model topografi hingga pembangunan structural model.
Tahapan pelatihan mencakup penyusunan schema, pengaturan tampilan, import data drill hole, validasi data, serta pendefinisian sesar. Peserta juga belajar mengolah data tersebut untuk menghasilkan model geologi.
Validasi data menjadi salah satu bagian penting dalam proses pemodelan. Peserta memeriksa data drill hole untuk menemukan kesalahan atau anomali sebelum memasukkannya ke dalam tahapan pemodelan.
Proses validasi dapat menggunakan statistik, laporan, dan visualisasi grafis. Bentuk visualisasi yang diperkenalkan mencakup contour, posting, dan section.
Setelah validasi selesai, mahasiswa mempelajari table model dan grid model. Table model menyajikan informasi geologi berdasarkan data drill hole, sedangkan grid model menginterpolasikan data ke dalam suatu grid.
Pelatihan Berlanjut ke Estimasi Sumber Daya
Materi berikutnya membahas Quality Modelling dan Resource Estimation. Pada sesi Quality Modelling, mahasiswa mempelajari pengolahan data kualitas melalui proses import data, compositing, gridding, dan interpretasi grafis.
Data kualitas tersebut kemudian dapat dikaitkan dengan model geologi yang telah dibangun. Proses ini membantu mahasiswa memahami hubungan antara data lapangan, kualitas material, dan model geologi digital.
Pelatihan selanjutnya membahas Resource Estimation. Peserta diperkenalkan pada klasifikasi sumber daya Measured, Indicated, dan Inferred.
Mahasiswa juga mempraktikkan sejumlah tahapan estimasi sumber daya. Materi tersebut mencakup resource classification, posting, polygons of influence, resource grid, dan pemodelan sumber daya.
Rangkaian materi tersebut menunjukkan bagaimana data hasil kegiatan eksplorasi dapat diolah secara sistematis. Hasil pengolahan kemudian dapat menjadi salah satu dasar untuk mendukung proses evaluasi dan perencanaan pertambangan.
MineScape Digunakan untuk Pit Optimization dan Mine Design
Pada hari terakhir, peserta memasuki materi Pit Optimization dan Basic Open Cut. Pit Optimization digunakan untuk menentukan ultimate pit limit atau pit shell berdasarkan model geologi dan parameter ekonomi.
Parameter yang digunakan dapat mencakup biaya overburden dan batubara, kemiringan dinding pit, serta biaya pengangkutan. Hasil optimasi kemudian dapat digunakan sebagai acuan untuk mengembangkan desain pit secara lebih detail.
Pada sesi Basic Open Cut, mahasiswa mempraktikkan pembuatan desain pit dan dump. Tahapan tersebut mencakup pembuatan batas pit, tag segments, bench definition, pemasangan ramp, serta pembuatan crests dan toes.
Peserta juga mempelajari penyusunan final pit design. Selain itu, pelatihan mencakup pembuatan dump design dan perhitungan kapasitasnya.
Proses desain dump meliputi penentuan batas, tag segment, pemasangan ramp, hingga pembuatan crests dan toes. Setelah desain selesai, peserta dapat menghitung kapasitas dump menggunakan fasilitas yang tersedia pada MineScape.
Software Training Bekali Mahasiswa dengan Keterampilan Industri
Pelatihan Datamine/MineScape mempertemukan konsep geologi dengan penerapan teknologi digital dalam pertambangan. Peserta tidak hanya mempelajari fitur perangkat lunak, tetapi juga mengikuti alur pengolahan data hingga menghasilkan model dan desain tambang.
Pendekatan berbasis praktik memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam menghadapi tahapan kerja yang berkaitan dengan pemodelan geologi dan perencanaan tambang. Kompetensi tersebut dapat mendukung kegiatan akademik sekaligus memperluas keterampilan teknis mahasiswa.
Penguasaan perangkat lunak juga dapat membantu mahasiswa memahami proses kerja yang menghubungkan data geologi dengan kebutuhan perencanaan pertambangan. Kemampuan tersebut mencakup pengolahan data, pemodelan, visualisasi, estimasi sumber daya, dan desain tambang.
UGM Dorong Pemanfaatan Teknologi untuk Pembelajaran
Departemen Teknik Geologi UGM melalui kegiatan ini mengoptimalkan pemanfaatan hibah perangkat lunak untuk kebutuhan akademik. Mahasiswa mendapatkan ruang untuk mempraktikkan teknologi yang relevan dengan bidang geologi dan pertambangan.
Pelatihan selama tiga hari tersebut juga memperkuat pembelajaran berbasis praktik. Mahasiswa dapat menguji pemahaman teoritis melalui pengolahan data dan pemodelan menggunakan perangkat lunak.
Ke depan, pemanfaatan MineScape di lingkungan akademik dapat mendukung berbagai kegiatan pembelajaran, praktikum, dan penelitian. Kompetensi yang diperoleh mahasiswa juga menjadi bekal untuk memahami penggunaan teknologi digital dalam aktivitas profesional di sektor geologi dan pertambangan.
Melalui kolaborasi dengan PT Datamine Software Indonesia, Departemen Teknik Geologi UGM menunjukkan upaya menghubungkan pembelajaran akademik dengan perkembangan teknologi industri. Pengalaman praktik tersebut diharapkan membantu mahasiswa membangun keterampilan digital yang relevan untuk menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Baca Juga “Tips Mengoptimalkan Kinerja Laptop dengan Software Pemeliharaan Gratis“